JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

AKA Hari Ini Recent Update

Waktu Manfaat di Tengah Jadwal Padat

baru
Jurnalikanews – Sebagai mahasiswa, salah satu cara untuk belajar mendewasakan diri adalah dengan meningkatkan kemandirian. Salah satu cara yang umum dijumpai di keseharian adalah dengan melakukan pekerjaan sampingan. Tidak terkecuali bagi para mahasiswa Politeknik AKA Bogor. Meskipun tempat belajarnya ini berbasis vokasi, dengan kurikulum 70% praktik dan 30% teori yang membuat jadwal perkuliahan terbilang padat, jiwa kewirausahaan tetap melekat pada diri mahasiswa. Berbagai jenis usaha dilakoni sebagian mahasiswa, ada yang sekedar menambah uang saku, atau bahkan untuk tambahan membayar uang kuliah, dan juga untuk menyalurkan hobi. Baik yang memanfaatkan teknologi seperti menjual pulsa handphone, pulsa listrik, makanan ringan melalui pemanfaatan media sosial , atau pun menjual jasa seperti menerima pemesanan alat laboratorium dan tak sedikit mahasiswa Politeknik AKA Bogor yang menjadi pengajar di tempat bimbingan sebagai pekerjaan sampingannya.
Di era modern ini, waktu luang yang terbatas bukan lagi menjadi halangan untuk melakukan suatu usaha. Selagi ada kemauan dan pemanfaatan waktu yang baik adalah kunci untuk dapat sukses melakukan pekerjaan sampingan di tengah kesibukan jadwal perkuliahan.
“Alhamdulillah, tempat saya kerja sampingan mempunyai system yang memudahkan saya untuk membagi waktu dengan padatnya kuliah terutama di semester 4 ini, jadi kita dapat menentukan hari apa saya yang kita mau untuk mengajarkan ilmu kepada anak-anak yang membutuhkan. Sehingga dengan hal tersebut saya mengambil inisiatif untuk mengajar di hari di mana besoknya terdapat libur kuliah, sehingga saya dapat beristirahat setelahnya tanpa harus memikirkan tugas saat mengajar,” tutur M. Syahrizal Fajri (2C) sesbagai salah satu mahasiswa Politeknik AKA Bogor yang menjadi tutor di salah satu tempat bimbingan belajar.
Menurut Syahrizal, pekerjaan sampingan yang dilakukannya ini merupakan impiannya untuk menjadi seorang guru dan pekerjaan didapatkannya dari kakak tingkat yang kebetulan mencari pengganti karena sudah mau meninggalkan Kota Hujan ini. Dari hal ini banyak keuntungan yang didapatkannya selain hanya sekedar mendapat penghasilan.
“Banyak sekali keuntungan yang saya dapatkan. Yang pertama jelas saya bisa mendapatkan penghasilan sendiri dasri hasil keringat saya, selain itu dari pekerjaan ini saya mendapat pengalaman yang luar biasa di mana saya terjun dan ikut andil dalam masyarakat yang sesungguhnya, dan karena saya di bidang pendidikan saya mendapat pengalaman bagaimana mengajarkan sesuatu yang positif bagi orang lain, serta bagaimana menghasilkan sumber daya manusia yang bisa berguna bagi bangsa dan negara yang merupakan tantangan tersendiri bagi saya”, tambah Syahrizal.
Selain Syahrizal yang memanfaatkan waktunya menjadi seorang tutor, tak jarang mahasiswa Politeknik AKA yang menjual pulsa. Pulsa memang menjadi salah satu kebutuhan yang sering diperlukan kapan dan di mana saja, maka usaha ini merupakan pilihan yang cocok untuk menjadi usaha sampingan mahasiswa. Selain itu usaha semacam ini tidak menyita banyak waktu dengan penghasilan yang cukup untuk menambah uang saku. Salah satunya adalah Ayu Larasati (kelas 1E).
“Sebenernya jual pulsa udah dari kelas 5 SD, pengen punya uang tabungan selain dari uang jajan aja,” tutur Ayu. Menurutnya, usahanya ini berjalan dengan fleksibel karena tidak memerlukan waktu tertentu hanya saja tak jarang datang permintaan di tengah malam yang tidak bisa dipenuhi. Harapan ke depannya ia ingin memiliki usaha lain selain hanya sekedar menjual pulsa.
Aktifnya beberapa mahasiswa menjalankan pekerjaan sampingan membuktikan bahwa kita masih bisa melakukan usaha di balik padatnya jadwal kuliah selagi dapat membagi waktu yang tepat dan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. (RZ & GC)

%d blogger menyukai ini: