JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Makan Ikan Tanpa Duri Khas Kota Santri

Jurnalikanews – Liburan sudah hampir usai, waktunya kembali ke rutinitas! Para perantau siap-siap untuk belanja ‘pesanan’ dari teman-teman. Ya, apalagi kalau bukan buah tangan. Sudah menjadi hal yang wajar untuk para perantau membawa oleh-oleh yang merupakan ciri khas dari daerahnya masing-masing, terutama makanan. Seperti misalnya di kota Serang, ibukota Provinsi Banten yang memiliki berbagai macam makanan khas seperti kue gipang, emping melinjo, rengginang dan yang paling populer adalah sate bandeng.

ikan

Source : www. http://haloselebriti.net

Hmm.. siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini? Sate bandeng! Sate bandeng adalah makanan khas dari Banten yang konon merupakan ide dari juru masak kerajaan Banten pada abad ke 16 yang ingin menjamu tamunya dengan masakan bandeng tanpa duri. Makanan ini merupakan olahan dari ikan bandeng yang dihilangkan durinya lalu ditambahkan bumbu dan santan yang kemudian ditusukkan ke bambu dan dipanggang di atas bara api. Sate khas kota santri ini memiliki cita rasa yang nikmat bercampur rasa gurih dari santan. Daaann… lebih nikmat lagi jika disajikan selagi hangat serta ditemani dengan sambal kecap.

tanpa duri

Source : www. c2.staticflickr.com

Di Serang sendiri, toko yang menjual si ikan tak berduri ini sudah menyebar dimana-mana. Jika kalian melewati jalan-jalan besar di Serang, pasti kalian akan melihat deretan toko oleh-oleh yang menjual sate bandeng. Tetapi, ada satu toko yang sangat legendaris yaitu “Sate Bandeng Hj. Mariyam” yang terletak di Jalan Kiuju, Kaujon Tengah, kota Serang dan bahkan bapak negara kita yang ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan beberapa public figure menjadi pelanggan khusus di tempat ini. Walaupun tempatnya terletak di gang yang cukup sempit, tetapi pelanggannya banyak yang berasal dari luar kota, lho!

kota santri

Source : www.radarbanten.co.id

Eits! Jangan khawatir untuk harganya, karena satu tusuk sate bandeng dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar Rp 25.000,- sampai Rp 30.000,-. Harga tersebut tidak terbilang mahal jika dibandingkan dengan rumitnya pembuatan sate bandeng dengan cita rasa yang gurih tersebut. (bt)

(26/1/17)