JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel

Pasar Senen, Surga Pecinta Barang Second dan Vintage

Jurnalikanews– Di era globalisasi ini, semua seakan dikendalikan oleh teknologi. Perkembangan teknologi tersebut diharapkan akan semakin memudahkan manusia untuk memenuhi segala aspek yang dibutuhkan dalam kehidupannya, tak terkecuali aspek jual beli atau perdagangan. Tak cukup dengan berdirinya mall-mall mewah, perkembangan teknologi dalam hal perdagangan merambah hingga ke sistem online di jejaring sosial dalam dunia maya. Hal tersebut tak bisa dipungkiri semakin mempermudah kita untuk mencari apa yang kita butuhkan.

Namun, di balik semua kemajuan perdagangan tersebut terdapat sistem tradisional yang masih diterapkan dalam jual beli, salah satunya adalah pasar tradisional. Ada dan masih banyak pasar tradisional yang masih beroperasi di Indonesia, salah satunya adalah Pasar Senen.

pasar

source : google images 1

Pasar Senen merupakan salah satu pasar tertua di Indonesia dan yang tertua di Jakarta. Pasar Senen terletak tidak jauh dari Stasiun Pasar Senen, sekitar 200 meter dari stasiun Pasar Senen. Meskipun sudah tidak se-tradisional dahulu, tapi soal harga dan suasananya masih terasa orisinil. Masalah kelengkapan barang jangan ditanya, mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari hingga kebutuhan sandang bahkan sparepart kendaraan pun dapat ditemui disini.

Ada satu hal menarik dan mungkin jarang ditemui di pasar-pasar lain dari Pasar Senen ini, yakni bursa barang-barang second dan vintage yang dijajakan oleh para pedagang. Bagi pembaca yang ingin membeli barang namun hanya memiliki budget yang pas-pasan, belanja barang-barang second di Pasar Senen ini bisa menjadi solusi, tentunya dengan harga yang jauh lebih miring dan kualitas yang masih layak pakai. Terletak di belakang gedung grosir Senen Jaya, tepatnya di Blok 3, pembeli akan disuguhkan berbagai macam jenis barang second dari kios-kios pedagang. Mulai dari atasan seperti baju, jaket, dress dan lainnya, berbagai jenis celana, hingga aksesoris-aksesoris tambahan seperti topi, tas, jam tangan dan berbagai macamnya pun bisa ditemukan disini. Bahkan perlengkapan untuk hiking dan winter pun dapat dijumpai. Areanya yang luas serta bertumpah-ruahnya kios pedagang dengan pilihan jenis dagangan yang beraneka ragam dapat ditelusuri oleh pembeli apabila belum mendapatkan barang yang diinginkannya dengan berpindah dari kios satu ke kios yang lain. Menarik bukan?

senen

source : google images 2

Beda hal nya dengan kios barang-barang second, untuk kios barang-barang vintage letaknya ada di Pasar Poncol, yang juga masih dalam kawasan Pasar Senen, sekitar 100 meter dari stasiun Pasar Senen. Bila tempat barang-barang second tadi terdapat di sebuah gedung, lain halnya dengan Pasar Poncol. Tempat barang-barang vintage ini, masih terasa kental suasana pasar tradisionalnya, bersatu dengan pedagang lain yang menjual aneka macam dagangan. Meski begitu suasana panas khas pasar tidak jauh berbeda di kedua tempat tersebut. Pembeli akan dimanjakan dengan melimpahnya barang-barang ‘tua’ yang sudah sangat jarang ditemui. Mulai dari telepon rumah era Presiden Soeharto, radio kesayangan tokoh Mahar dalam film Laskar Pelangi, hingga part-part kendaraan oldskool bisa ditebus dan dibawa pulang. Soal harga tidak jauh beda dengan gerai penyedia barang-garang vintage khusus, dan yang pasti dapat ditawar sesuai dengan kesepakatan dengan pedagang.

Namun, pembeli dituntut cermat ketika akan berbelanja barang-barang second dan vintage tersebut. Berbagai macam aspek seperti kualitas dan kelayakan barang, keoriginalan barang, serta harga barangnya itu sendiri harus diperhatikan. Bila dirasa barang yang akan dibeli sudah kurang layak pakai atau masa pakainya diperkirakan sudah tidak panjang, lebih baik jangan dipaksakan beli. Begitu juga dengan harganya, jangan sampai membeli barang dengan harga yang terlampau tinggi karena dipengaruhi oleh stempel brand ternama yang ternyata tidak original alias KW. Dan jangan lupa, setelah belanja disini dianjurkan untuk mandi karena akan terasa sedikit gatal di beberapa bagian tubuh akibat debu dan serat pakaian yang mulai terlepas. Jadi, tetaplah menjadi konsumen yang bijak!

FA

(16/1/17)

%d blogger menyukai ini: