JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel

Korea Selatan, Melekat karena Audio Visual-nya

Jurnalikanews-Korea Selatan menjadi salah satu negara Asia yang tidak asing lagi didengar namanya oleh masyarakat dunia. Terlepas dari kerjasama bilateral, kualitas atlet nasional, ataupun keindahan pariwisata yang menjadi andalannya, negeri ginseng ini memiliki dunia pertelevisian yang semakin hari semakin maju—yang siapa sangka akan menjadi daya tarik masyarakat dunia, cekidot :

  1. TV-Show

1

Berbagai genre yang ditampilkan setiap harinya menunjukan kreativitas yang luar biasa. Komedi yang dapat dinikmati oleh masyarakat dunia, film yang mengalir dengan sisipan perasaan yang mendalam, serial drama yang kental dalam mengusuk setiap profesi, bahkan acara reality/variety show yang sanggup menghibur hingga 7 tahun lamanya. Tentu saja hal tersebut di dampingi dengan kemampuan akting yang handal dan original soundtrack yang mampu memperkuat alur cerita. Lewat tayangan-tayangan tersebut, tak jarang menampilkan keindahan pariwisata yang dikemas dengan menarik sehingga mengundang para turis untuk mengunjungi Korea Selatan.

  1. Kualitas Tayangan

2

Penampilan fisik dari para pelakon pertelevisian tidak perlu diragukan lagi, bahkan mungkin menjadi satu hal penting yang selalu di perhatikan. Namun, kualitas gambar dalam sebuah tayangan pun sangat mempengaruhi para penikmatnya. Berkembangnya kualitas gambar atau kamera pro yang digunakan hingga detik ini cukup membuat decakan kagum untuk sebuah acara pertelevisian. Dalam satu reality/variaty show saja, dapat menggunakan ber-belas hingga ber-puluh kamera bahkan 100 lebih CCTV bila di perlukan. Beberapa angel yang diambil oleh VJ kamera untuk sebuah drama juga menjadikannya tidak monoton dan sangat memanjakan mata. Teknologi pengambilan gambar dengan menggunakan drone-pun tatkali dilakukan demi mencapai sebuah visual yang diinginkan.

  1. Korean Wave

3

Terlepas dari pro-kontra terhadap penyanyi solo atau grup idol yang dilahirkan setiap tahunnya, K-pop telah berhasil mempertahankan keberadaanya di hati para penikmatnya. Hal ini tidak diraih dengan instan, rata-rata para musisi debut dari manajemen-manajemen besar dengan seleksi yang ketat. Butuh waktu hingga 5-6 tahun menjadi trainee manajemen untuk berlatih hingga akhirnya debut saat dinilai bakat dan mental yang dimiliki telah siap untuk menerjang derasnya arus dalam kehidupan entertaiment. Dalam dunia pertelevisiannya, musisi sangat dihargai dengan diadakannya acara-acara musik bergengsi setiap minggunya. Di acara tersebut para musisi berlomba-lomba untuk memuncaki tangga lagu dan mendapatkan thropy (piala) kemenangan. Penghargaan tersebut bukan formalitas semata, tetapi menunjukan seberapa sukses karya musisi tersebut baik dalam bentuk fisik, digital, ataupun pencarian dalam situs resmi yang masing-masing dihitung secara akurat. Tentu saja hal tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk meningkatkan kualitas bermusik para musisi.

  1. Komisi Penyiaran Korea

4

Kualitas dari sebuah tayangan juga tak lepas dari baiknya sistem komisi penyiaran. Komisi penyiaran pertelevisian korea termasuk menjadi salah satu yang sangat ketat. Suatu acara dapat mendapat teguran apabila dalam tayangannya menyinggung suatu gender atau ras sekalipun. Jam penayanganpun terbilang cukup riskan, banyak acara-acara terkenal yang ternyata tayang diatas jam 10 malam guna mengantisipasi kesalahpahaman penonton yang masih dibawah umur. Penayangan iklan elektronik juga turut menjadi tanggungjawab lembaga pengawas agar tidak mengganggu para penikmat televisi. Tak segan-segan, apabila suatu acara televisi melanggar peraturan maka dapat dikenakan teguran, sanksi, ataupun pencabutan izin.

  1. K-Net

5

Unsur yang tak kalah pentingnya dalam memajukan dunia pertelevisian di Korea Selatan adalah korean Netizen atau biasa disebut K-Net. K-Net berkontribusi langsung dalam berjalannya suatu acara. Sebuah acara dapat dikatakan sukses atau tidaknya, menambah durasi atau dihentikan secara tiba-tiba, tergantug respon penonton yang di kenal dengan sebutan Ratting. Ratting ini juga yang sering menjadi tolak ukur untuk penonton mancanegara dalam memilih jenis acara yang akan ditonton. K-Net juga aktif dalam membanjiri kolom komentar baik dalam bentuk pujian, cacian ataupun dukungan di setiap tayangan sehingga lembaga yang berwenang terbantu dalam mengawasi kualitas tayangan di pertelevisian.

            Saat ada seribu orang yang menyukai suatu hal, maka kita juga harus siap dengan seribu orang yang membenci hal tersebut. Yang terpenting bukanlah yang menyukai atau membenci, tetapi bagaimana kita bertahan untuk tetap maju diantara semua itu. Tetaplah berkarya dan berbagi kebermanfaatan. (NL)

Keterangan gambar :

(1) dera-ma.blogspot.co.id/

(2) forums.soompi.com

(3) /minhobr.wordpress.com

(4) http://www.stop.or.kr/

(5) http://blogs.wsj.com/

(07/1/17)