JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

AKA Hari Ini Recent Update

Kode Etik Mahasiswa

Jurnalikanews– Peraturan ap_20161216_163055dalah hal-hal yang harus ditaati oleh semua orang, sebab tujuan dibuatnya peraturan adalah sebagai landasan bagi masyarakat dalam menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif. Dalam mewujudkan hal tersebut Politeknik AKA Bogor juga membuat aturan khusus untuk mahasiswa yang disebut dengan kode etik mahasiswa. Kode etik mahasiswa dibuat pada tahun 2014 berdasarkan keputusan direktur Politeknik AKA Bogor Bab I Pasal 1 yang tertulis kode etik mahasiswa adalah pedoman untuk bersikap, bertingkah laku, dan melakukan perbuatan, serta integrasi mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran serta pergaulan sehari-hari.

Dalam pembuatannya, akademik juga melibatkan DPM selaku dewan perwakilan mahasiswa. “Yang memiliki wewenang memang akademik, tapi karena kita selaku dewan perwakilan mahasiswa akhirnya diberi mandat untuk membuat kode etik ini. Kita buat draft nya dulu, lalu diajukan kepada akademik untuk direvisi karena keputusan mutlak ada di akademik” ujar Syafrudin Syaputra (Putra) selaku ketua DPM. Agar kode etik ini berjalan dengan baik, akademik juga membentuk tim pengawas kode etik yang dibentuk berdasarkan keputusan dari mahasiswa dan akademik yang selanjutnya disebut dengan Majelis kode etik. Hal ini tercantum pada Bab VI pasal 20 tentang pengawasan. Dari pihak akademik yang dimaksud adalah pembantu direktur bidang non akademik, dosen wali, dosen, serta dosen konseling. Sedangkan dari pihak mahasiswa adalah mahasiswa yang ditunjuk oleh DPM berdasarkan persetujuan akademik dan mahasiswa. Dalam alur pengawasannya, DPM bekerja sama dengan BEM. DPM sebagai pengawas dan BEM sebagai yang menjalani teknis nya dan sanksi akhirimg_20161208_164405-2nya diserahkan ke Akademik.

Untuk mengetahui pemahaman mahasiswa tentang kode etik ini, Jurnalika melakukan sampling terhadap beberapa mahasiswa dari tingkat 1 dan tingkat 2. Pertanyaan yang diajukan mengenai pemahaman kode etik, penerapan, pengawasan, dan pendapat tentang kode etik ini. Hasil yang didapat bahwa mayoritas sudah mengetahui apa itu kode etik tetapi belum maksimal dalam menerapkan dalam kehidupan kampus maupun masyarakat. Mengenai pemahaman kode etik, Putra menyampaikan bahwa kode etik ini selalu disosialisasikan setahun sekali dan dilakukan oleh pihak akademik sendiri. Dalam acara sosialisasinya, banyak mahasiswa yang tidak hadir. Dikhawatirkan mahasiswa yang tidak hadir inilah yang tidak memahami kode etik ini. Untuk masalah pengawasan, putra menjelaskan pengawasan masih kurang maksimal karena pengawasan tentang kode etik sejauh ini baru lingkup DPM jadi dari DPM belum membuat secara terperinci dari pengawasan yang fokus kedalam kode etik mahasiswa tetapi memang yang mengawasi jalanya kode etik ini adalah DPM dan akademik. Mengenai pelanggaran, Putra menyampaikan ia turut prihatin dengan kondisi ini, mengingat DPM adalah organisasi yang ditunjuk DPM dalam melakukan pengawasan. Hal ini juga menjadi evaluasi bagi DPM dan akademik dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi terhadap kode etik mahasiswa Politeknik AKA Bogor.(Caam/Geum)

18/12/16