JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Pahit Manis Prodi Baru

tmp_25288-screenshot_2016-12-26-10-05-18_21281002253

Jurnalikanews-Akademi Kimia Analisis Bogor saat ini telah menjadi Politenik Aka Bogor. Sudah satu tahun lebih berlalu, tentunya banyak perubahan yang dialami setelah menjadi Politeknik. Hal ini, berkenaan dengan adanya dua Program Studi (Prodi) baru, yakni Penjaminan Mutu Industri Pangan (PMIP) dan Pengolahan Limbah Industri (PLI). Menjadi bagian dari mahasiswa dengan prodi baru tentu memberikan pengalaman beragam bagi yang menjalaninya, seperti mata kuliah yang berbeda, agenda kemahasiswaan yang harus diikuti, dan sumber bacaan yang terbatas.

Meski mempelajari mata kuliah yang spesifik ini bagian dari nilai plus pada prodi baru, namun seperti yang diungkapkan Dini (2 PLI) dan Kartika (2 PMIP), sumber bacaan yang tersedia di kampus masih dirasa kurang, bahkan buku untuk mata kuliah tertentu tidak ada sehingga harus mencari sumber bacaan lewat situs internet maupun buku di luar kampus. Pihak dosen pengajar sendiri kerap kali memberikan referensi bahan bacaan, baik buku maupun situs pendidikan untuk menunjang pengajaran dan pengerjaan tugas maupun laporan.

Dengan menyandang gelar ‘Prodi Baru’ ini, tentu yang jadi pertanyaan adalah status akreditasi, dimana pada kedua prodi ini masih belum memiliki akreditasi (atau setara dengan akreditasi C). Maka dari itu mahasiswa PMIP maupun PLI ‘bekerja’ sedikit lebih keras, seperti pemenuhan target IP maupun mengikuti lomba – lomba yang dapat membawa nama baik kampus, sehingga kelak nilai akreditasi prodi – prodi ini dapat meningkat ke yang lebih baik.

Tetapi menjadi bagian mahasiswa PLI maupun PMIP tidak hanya melulu soal kuliah dan pemenuhan target akreditasi, seperti pada mahasiswa PMIP yang dituntut mampu membuat produk pangan sendiri dan tahu akan formulasinya, sehingga mampu mengembangkannya di dunia kerja nanti, mahasiswa PLI pun diberikan pelatihan dalam praktik agar tanggap akan isu – isu lingkungan Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari peran dosen – dosen pembimbing di kelas yang kooperatif, baik teori maupun praktik. Hanya saja yang disayangkan, pada beberapa mata kuliah yang terdiri dari tim dosen masih ditemukannya miskomunikasi antar dosen koordinator mata kuliah tersebut dengan dosen yang tergabung dalam tim tersebut. Hal ini membuat kebingungan pada mahasiswa yang menjalaninya,“Harapannya sistem koordinasi dosen baik di teori maupun praktik bisa lebih dimatangkan lagi, agar tidak membingungkan kedua pihak.” Ungkap Fatra (2PMIP) saat ditanyai soal kesan di prodi baru.

Sedangkan untuk agenda kemahasiswaan bagi kedua prodi ini tidak begitu menjadi masalah, hanya saja pada agenda yang memerlukan keluarga kelas meraka perlu mengeluarkan keringat lebih karena kurangnya personil. Tak hanya itu, bagi mahasiswa PLI kini mereka difokuskan pada pembentukan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) begitupun mahasiswa PMIP yang saat ini tengah dalam tahap perencanaan pembentukan Himpunan Mahasiswa Jurusan ini.(mayul/pns)