JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Opini

Degradasi Personal Branding

Jurnalikanews

“Kamu tau gak sih si ini lagi melejit banget”

“Iya kah? Kenapa tuh?”

“Kebanyakan sensasi sih jadi semua orang pengen liat dia dah”

            Dewasa ini, kita sering banget nih nemu public figureorselebgram yang sukanya posting diri mereka sendiri dan seakan campaign tentang “personal branding”. Social media bukan lagi buat share of our stories life but kaya buat show up diri mereka tentang talent and passion mereka. Bagus sih, cuma untuk beberapa dari mereka kadang ada yang dipaksain banget buat jadi idoltapi yang di tunjukkin hal-hal yang kurang pantas dengan dalih itu jati diri mereka.

            Di social media, orang udah gak perlu lagi ketemu langsung buat nunjukin “diri” mereka. Nah, ini yang namanya personal branding menurut montoya & vandehey:2008 “personal brandingyaitu sesuatu tentang bagaimana mengambil kendali atas penilaian org lain terhadap anda sebelum ada pertemuan angsung dg anda.”

            Indonesia memang menganut sistem demokrasi yang sebagian orang mengartikan bahwa mereka bebas mengekpresikan diri sebebas mungkin padahal bebas di sini harus bertanggung jawab. Orang mengekspresikan diri kadang kelewat batas namun mereka selalu teguh pendirian dengan mengatakan “Jadi diri lo sendiri, jangan ngurusin apa yang orang lain bilang. Just be yourself.” Oke, semua orang setuju dengan kata be yourself but hey dudes ada yang perlu dilurusin nih disini. Be yourself kalo menurutku sih jadi versi terbaik diri kamu. Banyak yang punya bad attitude tapi alasannya ini jati diri, justru yang baik dibilang pencitraan.

            Tapi kebanyakan orang salah memahami hal ini, personal branding dikatakan seperti merk diri. Saat orang mempunyai life style dengan modernrule model  ke barat-baratan dan memakan mentah-mentah maka yang terjadi adalah degradasi moral penurunan sikap sopan dan santun, contoh yang paling simple sih masalah fashion and attitude.

            Life about fashion. Siapa sih disini yang gak pengen dilirik? Umumnya pasti jawab pengen banget. Hanya terkadang orang terlalu berlebihan dalam menunjukkan diri mereka. Kita punya merk tapi buatlah kualitas merk kita itu mumpuni gampangnya punya mutu. Bukan cumangikutin orang lain, mulailah jadi trendsetter bukan follower.Tetaplah menjaga kehormatan diri dengan apa yang kamu kenakan, guys.

            The most important is attitude. Kita adalah apa yang kita lakukan so, kalo sikap kita aja gak sesuai sama ciri khas indo ya pasti bakal kena judge. Suka suka lo? Itu diri lo sendiri? Be yourself is the best of you. Intelligence without good attitude is nothing.Bukan dnegan kalian umbar kata-kata jorok, clubbing, dan yang lain yang kalian pasti tau sendiri itu nunjukkin diri kamu.

            Dengan adanya public figure yang suka posting hal-hal tidak pantas ini yang kadang banyak diiuti oleh remaja ya karna usia remaja mereka lagi nyari siapa yang akan menjadi panutan mereka. Makin ngikutin makin hitz. Ga ngikutin dibilang kuno? Hey, we are old but gold. Mancay gak? Hehe. And finally, aku mau ngajak temen-temen aja sih buat lebih campaign tentang self best brand. Spread kindness to other people and stay positive. Dan jangan pernah melakukan hal yang melanggar etika kemanusiaan dengan alasan self brand ini. Lebih enak kan kalo kita berguna buat orang lain dengan nunjukkin diri “terbaik” kita.