JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Recent Update

Bagaimana Mengelola Hutan agar Lestari?

Jurnalikanews-Indonesia merupakan negara agraris dengan tingkat keanekaragaman hayati yang melimpah dengan sumber daya hutan yang melimpah pula. Sumber daya hutan ini digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Pemanfaatan sumber daya hutan berupa hasil hutan kayu hanya dapat dilakukan pada hutan produksi yang sudah memperoleh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu, baik di hutan tanaman maupun di hutan alam.Suatu perusahaan yang memanfaatkan hasil hutan kayu di areal konsesinya harus memperhatikan 3 aspek utama, yaitu aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.Ketiga aspek ini merupakan pilar utama dalam pengelolaan hutan yang lestari.Kelestarian hutan dari sisi ekologi berarti hutan harus selalu ada sampai kapanpun dengan kondisi dan fungsinya tetap terjaga.Kelestarian hutan dari sisi ekonomi berarti hutan harus mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di sekitar hutan.Kelestarian dari sisi sosial berarti hutan harus mampu menyokong kehidupan sosial dan menjaga kearifan lokal masyarakat di sekitar hutan. Salah satu cara agar pengelolaan hutan dapat lestari adalah dengan memanen pertumbuhan riapnya saja. Riap berarti pertambahan volume dalam 1 hektar per tahun.Pemanenan riap ini akan menyisakan tegakan tinggal pada hutan, sehingga lahan hutan tidak kosong. Selain  itu, cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat perencanaan pemanenan hutan yang matang dengan mempertimbangkan kerusakan yang akan ditimbulkan, keuntungan yang dapat diperoleh, dan biaya yang harus dikorbankan.

Pengelolaan hutan secara lestari juga memerlukan peran stakeholder, diantaranya adalah pihak pemerintah, perusahaan, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Peran stakeholder ini adalah meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan pentingnya hutan. Pemerintah dapat berperan dalam menerapkan kebijakan yang melarang masyarakat melakukan konversi terhadap lahan hutan menjadi non hutan. Perusahaan dapat memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat agar masyarakat tidak melakukan perambahan terhadap hutan. Tokoh adat dalam masyarakat berperan penting dalam mendongkrak partisipasi masyarakat lokal agar peduli terhadap hutan dan tidak melakukan aktivitas yang merusak hutan. Tokoh adat juga dapat membantu pemerintah dalam penyampaian kebijakan-kebijakan dalam pengelolaan hutan yang lestari. Masyarakat di sekitar hutan dapat menjaga kelestarian hutan dengan melakukan aktivitas penanaman. Dengan demikian, hutan yang lestari dapat terwujud. (Windy Swinary Sinaga/Bogor/IPB)- Peserta Yuk Menulis

%d blogger menyukai ini: