JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel

Tak Terbendungnya Polusi, Tabung Oksigen Beraksi

JurnalikanewsWorld Health Organization (WHO) (27/09/2016), menyatakan bahwa  lebih dari 90% penduduk dunia menghirup udara berkualitas buruk dengan 3 juta orang meninggal setiap tahun karenanya. Untuk Indonesia sendiri  di tahun 2016 ini, The Guardian menulis, bahwa korban tewas di Indonesia akibat polusi udara mencapai 61 ribu orang, atau rata-rata 25 orang meninggal per 100 ribu kapita. Data riset bloomberg.com menyebutkan polusi udara di Indonesia tahun 2015 menempati posisi 8 paling mematikan di dunia dengan angka kematian rata-rata 50 ribu jiwa tiap tahun. Berdasarkan penelitian tahun 2015 dan 2016 diatas, tingkat kematian meningkat sekitar 11 ribu orang dari tahun 2015. Penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia adalah emisi kendaraan yakni sekitar 85% selain kebakaran hutan dan industri.

Coba kita ambil salah satu kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta. Yogyakarta memang mendapat julukan sebagai kota berhati nyaman, tapi apakah masih berhati nyaman apabila setiap harinya di jalan dipenuhi oleh asap hitam pekat kendaraan yang membuat sesak di dada? Mari kita lihat Yogyakarta lebih dekat, di Yogyakarta terdapat Bus Trans Jogja yang seharusnya menjadi icon untuk melestarikan lingkungan guna mengurangi polusi udara malah merusak lingkungan. Banyak dari armada bus tersebut mengeluarkan asap hitam pekat yang menambah polusi udara. Kondisi ini diperparah dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat dengan  naik sekitar 14-15% setiap tahunnya. Menurut Polda DIY, pada 2011 dengan jumlah 1.210.358, tahun 2012 naik menjadi 1.270.787, lalu diangka  1.396.967 pada 2013. Sementara itu, sekarang jumlahnya di tahun 2016 terus meroket diangka 2,2 juta kendaraan.

Menurut kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Bambang Kristianto (23/10/2016), tingkat pencemaran lingkungan hidup di Yogyakarta meningkat diatas 250% dalam kurun waktu 2011 hingga 2014.  Coba kita bayangkan dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat dan dengan kenyataan bahwa hanya dalam kurun waktu 3 tahun saja sudah menigkat 250%  tanpa adanya pengurangan polusi udara yang ada,  bagimana keadaaan 10 tahun lagi? Atau begaimana keadaan di tahun 2030? Apakah nantinya tidak tersisa udara bersih bagi anak cucu kita kelak? Lucunya lagi, apabila kita harus menggunakan kacamata khusus untuk melihat ditengah udara penuh dengan asap tebal,bukan? Lalu apakah nantinya setiap orang akan menggunakan tabung oksigen  dan membawanya kesana-kemari untuk dapat bernapas? oleh : Patricia Ferginia (Peserta Yuk Menulis)