JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita

Ketika Nurani Umat Muslim Terusik

Jurnalikanews–Tindakan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Poernama alias Ahok menimbulkan keresahan di hati umat Muslim. Bermula dari beredarnya video Ahok ketika berada di Kepulauan Seribu. Pada video yang diunggah oleh akun Facebook Si Buni Yani bulan Oktober lalu terdengar jelas kalimat Ahok yang menghimbau kepada masyarakat Kepulauan Seribu agar jangan mau dibohongi pakai surah Al-Maidah ayat 51. Karena segelintir ucapan itulah Ahok dituduh sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama.

Kasus ini pun berlanjut ke meja hijau dimana jutaan umat Muslim di seluruh daerah menuntut Ahok segera ditangkap dan dipenjarakan. Aspirasi ini mereka sampaikan melalui Aksi Bela Islam 411 dimana pesertanya berjumlah sekitar 2 juta orang. Tidak hanya itu, kecaman dan kritikan yang ditujukan kepada Ahok juga muncul dari media sosial.

Beberapa hari usai dilaksanakannya Aksi Bela Islam 411, Ahok ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman lima tahun sesuai pasal 156a KUHP. Selang sehari setelah penangkapannya, Ahok kembali membuat pernyataan menyakitkan dengan menyebutkan bahwa peserta Aksi Bela Islam 411 yang berjumlah sekitar 2 juta orang tersebut dibayar 500 ribu.

Ucapannya ini menjadi salah satu pemicu munculnya Aksi Bela Islam 212 yang diikuti oleh 7 juta orang. Tuntutan mereka sama, yaitu agar Ahok segera dipenjarakan. Dalam aksi ini, terjadi peristiwa mengharukan dimana seorang Muslim yang menamakan dirinya Abdullah memborong puluhan gerobak Sari Roti untuk dibagikan secara gratis kepada para mujahid.

Beberapa hari setelahnya, pihak Sari Roti mengeluarkan klarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah ambil bagian dalam acara Nasionalisme dan senantiasa menjaga keutuhan NKRI. Secara tidak langsung, pernyataan ini menyindir umat Islam melakukan aksi politik yang seharusnya dihindari. Karena pengumuman itulah Sari Roti mendapat berbagai respon negatif dari umat Islam. Bahkan mereka menyatakan tidak membeli lagi produk Sari Roti.

Tidak hanya itu, respon negatif juga ditujukan kepada Metro TV. Ketika 2 orang reporter dari Metro TV meliput aksi demo di tengah-tengah para demonstran menyebutkan jumlah peserta Aksi Damai 212 adalah sekitar 50 ribu orang. Sontak saja para mujahid yang berada di dekatnya mengusir reporter tersebut dan menyebut ‘Metro tipu!’.

Hingga saat ini masih banyak beredar postingan negatif di media sosial yang ditujukan kepada Ahok, Sari Roti, dan Metro TV. Mereka kompak menyematkan hashtag #BoikotMetroTV dan #BoikotSariRoti di postingannya.

oleh : Indira Prakoso (Peserta Yuk Menulis)