JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel

Generasi Idiot

Jurnalikanews-Seiring pesatnya perkembangan teknologi, semakin membenarkan pernyataan sang ilmuwan fisika terkemuka Albert Einstein. “Aku takut suatu hari teknologi akan melampui interaksi manusia, dunia akan memiliki generasi idiot.” Teknologi memang benar akan meringankan dan membantu kerja manusia. Disatu sisi manusia yang bisa menempatkan teknologi pada tempatnya bisa mengendalikan diri. Namun disisi lain bagi mereka yang mudah tenggelam dalam nikmatnya teknologi akan cenderung lebih merasa dunia hanya dia seorang dengan teknologinya. Maka tak heran fenomena di masyarakat menggambarkan betapa tidak sehatnya interaksi sosial sekarang.

Jika dizaman dahulu pesan cepat menggunakan telegram, kini dengan berbagai penawaran teknologi lewat media sosial, pesan apapun akan terkirim hanya dengan hitungan detik. Generasi kita memang sedang dimanjakan oleh teknologi yang memberikan penawaran menggiurkan, mudah dan cepat. Hal ini kadangkala mebuat kita lupa bahwa kita adalah makhluk sosial yang seharusnya membutuhkan interaksi face to face terhadap sesamanya, bukan sekedar cyberworld. Fenomena ini tergambar jelas dalam keseharian kita. Semisal, hilangnya qualitytime saat kumpul bareng teman-teman, karena setiap individu asyik dengan gadget-nya masing-masing, budaya mager (malas gerak) kian menjamur karena enggan berpaling dari teknologi yang sedang bersamanya, orang-orang di tempat umum lebih memilih berinteraksi dengan teknologinya dibadingkan berinteraksi dengan orang yang duduk disebelahnya, bahkan proses belanja yang biasanya ada interaksi langsung antara penjual dan pembeli kini beralih ke sistem belanja daring atau belanja online lewat dunia internet.

Menyikapi hal ini,  adanya perkembangan teknologi yang ada harus disikapi dengan baik sebagai wujud dari globalisasi yang dapat mempenaruhi mentalitas generasi kita dalam kehidupan. Teknologi dirancang sebagai alat agar mempermudah aktivitas manusia. Kitalah driver yang menguasai dan mengendalikan teknologi bukan sebaliknya. Kemudian kesadaran bahwa kita dalah makhluq sosial. Teknologi ada bukan mengubah kita menjadi generasi minim interaksi, anti humanis dan senantiasa menjadi makhluq individualis. Akan tetapi mempermudah kerja kita, dengan tetap memperhatikan keadaan sosial sekitar yang ada. Sehingga keduanya akan berjalan lurus seimbang. Kemajuan teknologi dapat kita manfaatkan, nilai sosialpun juga masih kita jaga dan terapkan. Pada akhirnya generasi idiot dapat terkikis atau bahkan tersingkirkan. oleh : Iis Eka Wulandari (Peserta Yuk Menulis)