JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Opini Recent Update

Gemar Membaca

Jurnalikanews-Hasil penelitian Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 2013 menempatkan  indonesia sebagai negara peringkat kedua paling inovatif dalam bidang pendidikan di dunia. Hal ini tentu sangat membanggakan bangsa indonesia karena kita termasuk salah satu negara inovatif dalam bidang pendidikan, namun hal kemampuan matematika dan ilmu sains kita masih tertinggal.

Salah satu penyebab tertinggalnya kemampuan matematika dan ilmu sains disebabkan oleh masih rendahnya minat membaca masyarakat indonesia. Dari data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO, indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Kenyataan ini memperhatikan adanya kompleksitas persoalan yang menyelimuti bangsa indonesia.

Dalam rangka membangun budaya baca bukan sekedar menyediakan ruang baca tapi bagaimana membangun pola pikir, perilaku, dan budaya generasi yang tidak suka membaca menjadi generasi suka membaca. Hal tentu menjadi perhatian  khusus pemerintah terutama menteri pendidikan dalam  rangka meningkatkan gemar baca masyarakat Indonesia. Dengan  kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini, namun buku merupakan salah satu ilmu yang tidak terkalahkan. Kemajuan suatu bangka bukan di nilai dari bagaimana negara ini berprestasi, namun berapa banyak masyarakat ini membaca buku, majalah, koran,  dan literatur. Oleh karena itu budaya membaca sangat penting untuk kemajuan bangsa, sudah sepatutnya semua pihak, baik pemerintah, agamawan, tokoh masyarakat, memberikan kepedulian dengan penyediaan taman baca, buku murah yang terjangkau merupakan langkah trategis bagi pemberdayaan budaya baca Indonesia.

Hal ini sangat penting terutama dalam membangun minat baca terutama bagi diri sendiri. Kalau selama ini orang lebih tertarik membaca SMS, status, kenapa dengan baca buku orang malas membacanya. Oleh karena kita jadikan  momentum untuk dapat menggugah kesadaran agar kita selalu membaca dan menalurkan karya melalui membaca.

Oleh : Ahmad Saputra Salam,