JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Inspirasi Opini Recent Update

Selamatkan Budaya dan Kesenian Kita

11Jurnalikanews- Bangsa indonesia bangsa yang kaya akan budaya dan kesenian yang terkenal hingga mancanegara. Banyak warga negara asing yang tertarik akan kebudayaan dan kesenian yang ada di indonesia. Mereka berkunjung untuk melihat bagaimana wujud dari kebudayaan dan kesenian yang ada, bahkan mereka tertarik untuk belajar kesenian kita.

Sementara itu pada kenyataanya generasi muda kita malah mengandrungi kebudayaan asing, kebudayaan luar yang tanpa mereka saring terlebih dahulu baik maupun buruknya. Gaya-gaya luar yang dibilang gaul sementara budayanya sendiri dibilang jadul.

Mereka malu untuk mempelajari kesenian tradisional, kalau belajar saja sudah malu lalu bagaimana kesenian-kesenian kita akan bertahan dalam terpaan globalisasi. Ataukah kita sudah rela untuk kehilangan kesenian-kesenian asli dari negeri kita sendiri? Rela kalau kesenian kita diklaim luar negeri seperti kasus yang pernah terjadi?. Budaya yang sejatinya adalah milik kita warisan leluhur diklaim negara tetangga kita, mulai dari Reog Ponorogo, Tari piring dan Tari pendet. Selain itu mereka juga mengkalaim lagu rasa sayang-sayange. Memang masyarakat bangsa kita marah. Tapi hanya dengan marah bukan jalan keluar.

Mereka mengklaim budaya maupun kesenian kita karena kita yang memilikinya hanya mendiamkannya begitu saja, bagaikan kita mempunyai barang berharga yang kita geletakkan begitu saja tidak dijaga maupun dirawat, sehingga orang lain akan dengan mudahnya mengambil barang itu.

Generasi muda kita lebih suka melihat film-film luar, melihat drama korea, mendengarkan lagu-lagu luar, memang tidak salah jika itu semua kita lakukan untuk menginspirasi diri kita agar berkarya lebih baik, namun apabila kita terus menerus melakukannya tanpa kita mencari inspirasi dari budaya dan kesenian yang ada dalam negeri, semua itu tidak ada artinya. Bagaimana kita bisa melestarikan warisan budaya leluhur kita jika mengetahui namanya saja tidak. Pepatah mengatakan TAK KENAL MAKA TAK SAYANG.

Mulai sekarang, perubahan itu penting. Bukan sekedar amarah saja yang kita tuangkan ketika hak kita direbut, tapi tunjukanlah kepada dunia rasa cinta kita terhadap budaya sendiri, menghargai budaya kita, dan akan melestarikannya sebagai bentuk kebangaan kita terhadap bangsa dan negara.

Ditulis oleh

Nama           : Bagus Aryo Wicaksono

Alamat         : Bleberan, Banaran, Galur, Kulon Progo, DIY

Pendidikan  : Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta