JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Inspirasi Opini Recent Update

Optimalisasi "Psikologi Agama!" Membangun Toleransi dan Kerukunan Umat

zJurnalikanews- Berakar dari berbagai masalah yang muncul akibat dari perilaku para masyarakat seperti kekerasan, pelecehan wanita maupun anak-anak, tekanan hidup yang ada, munculnya permasalahan pribadi maupun sosial lainnya. Perlu dipikirkan apa sebenarnya yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, setelah kita memahami betul latar belakang dari masalah tersebut maka akan ditemukan solusi yang akurat.

Orang dalam ranah disiplin ilmu psikologi, mungkin sudah familiar dengan “Psikologi Agama”, tetapi orang awam sebaiknya juga mulai mengenal apa “Psikologi Agama” itu sendiri. Berawal dari sebuah definisi, menurut Zakiyat Darajat (1970:11) “Psikologi agama” adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan pengaruh keyakinan terhadap agama yang dianutnya, serta dalam kaitannya dengan perkembangan usia masing-masing. Tentu saja terdapat perbedaan perilaku seseorang secara signifikan antara seseorang yang memiliki agama dan juga tidak. Perilaku tersebut akan tercermin jelas didalam masyarakat, perilaku tersebut dapat terlihat dari cara seseorang mengambil keputusan, merespon masalah dan juga mengatasi masalah. Di sini Psikologi Agama amat perlu dioptimalkan karena memahami perilaku sekaligus agama seseorang adalah kunci menuju masyarakat yang penuh toleransi, kerukunan dan juga jauh dari konflik.

xMenurut Zakiyah Darajat (1970:12-15) bahwa faktanya kehidupan beragama seseorang yang baik akan otomatis disertai dengan bermacam-macam emosi yang positif seperti perasaan lebih lega dan tentram setelah melaksanakan sholat, rasa lepas dari ketegangan batin dan juga perasaan pasrah saat berdzikir. Disini setelah dianalisis lebih dalam bahwasanya agama membuat hidup seseorang lebih damai, positif serta jauh dari konflik.

Metode terusan dari Psikologi Agama banyak macamnya, seperti berzikir, membaca kitab menurut agama masing-masing, mendengarkan dakwah, bersabar, sembahyang dan lain sebagainya. Ini sudah dibuktikan oleh banyak sekali hasil penelitian misalnya penelitian terbaru yang menegaskan kekuatan zikir, dimana semakin banyak seseorang berzikir maka akan menambah kesyukuran dan ketenangan batinnya, tak lupa juga penelitian tentang kesabaran dimana semakin tinggi kesabaran seseorang, maka akan meminimalisir kecemasan begitupun sebaliknya, semakin kecil kesabaran seseorang, semakin besar pula kecemasan pada dirinya. Disinilah perlu dilakukan optimalisasi “Psikologi Agama”, dimana bukan hanya ranah Psikologi, orang awam pun juga harus tahu bahwa optimalisasi “Psikologi Agama” penting adanya, mengingat masalah dan kericuhan yang sering terjadi disekitar kita, dikarenakan belum optimalnya perilaku agama yang belum diinternalisasi oleh masyarakat kita.

DAFTAR PUSTAKA

Jalaludin. 2012.,”Psikologi Agama Memahami Perilaku dengan Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi”. Edisi Revisi 12. Rajawali Pers. Jakarta

Rohmah,.Noer. 2013,.”Pengantar Psikologi Agama. Penerbit Teras. Yogyakarta

Tentang penulis

Nama     : Krisna Hayuning Fadlilah
Alamat   : Jl. Banjarsari Gg. 04 03/009 Kanigoro Kab. Blitar
Jurusan : Psikologi
Instansi  : Universitas Muhammadiyah Malang