JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel Inspirasi Recent Update

Meski Buruh Migran, Tetap Semangat Meraih Pendidikan

1Jurnalikanews- “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia,” jargon tersebut dilontrakan Nelson Mandela, presiden Afrika Selatan sekaligus revolusioner pejuang anti-apartheid. Begitu pentingnya sebuah pendidikan sehingga para Buruh Migran Indonesia (BMI) yang tengah berada di Taiwan pun tetap semangat untuk melanjutkan pendidikannya. Universitas Terbuka Taiwan, para BMI tersebut kembali belajar dan mengecap bangku kuliah.

Pembelajaran di UT-Taiwan, selain menuntut kemandirian mahasiswa, juga dibantu tutor yang berasal dari kalangan mahasiswa Indonesia, yang tengah menempuh pendidikan master atau doktoral di Taiwan. Perjuangan dan pengorbanan mahasiswa UT-Taiwan yang mayoritas berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan bertugas menjaga pasiennya patut mendapatkan acungan jempol. Karena di tengah sibuknya pekerjaan yang harus dilakukan, mereka tetap semangat dalam belajar. Bahkan dari para mahasiswa ada yang harus belajar di tempat gelap, belajar di toilet, dan sebagainya karena majikan menyuruh tidur setelah bekerja, serta tidak boleh menyalakan lampu, agar menghemat listrik.

2Sistem pembelajaran di Universitas Terbuka Taiwan sendiri memakai dua metode, yaitu: pertemuan kelas online dan tatap muka (off line). Kegiatan belajar dibuat efisien karena tidak semua dari buruh migran memperoleh libur setiap hari Minggu. Mayoritas dari mereka hanya mendapatkan libur satu kali dalam sebulan. Sementara pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) dilaksanakan selama 2 hari dalam dua Minggu berturut-turut. Itu pun masih ada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti UAS, karena majikan tidak memberikan izin libur. Segala halangan dan rintangan yang dihadapi para mahasiswa UT-Taiwan seolah menjadi pemantik untuk terus semangat dalam meraih cita-cita. Diharapkan ilmu dan pendidikan yang diperoleh bisa menjadi bekal setelah pulang ke tanah air. Mereka ingin ikut ambil bagian dalam meneruskan perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan melalui proses pendidikan.

Universitas Terbuka Taiwan, berdiri sejak tahun 2011, dan sebanyak 14 mahasiswa telah berhasil menggelar wisuda yang dilaksanakan pada Minggu, 29 Mei 2016 silam. Di UT-Taiwan menyediakan tiga jurusan, yaitu: Bahasa Inggris, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen. Hingga saat ini sebanyak 300 mahasiswa terdaftar di universitas ini, tetapi yang aktif melaksanakan registrasi dan ikut di dalam proses belajar hanya 142 mahasiswa. Sisanya ada yang mengambil cuti, karena masa kontrak kerja di Taiwan telah habis, dan ada pula yang melanjutkan di UT- Indonesia.

Profil Penulis:

Etty Diallova adalah nama pena dari Etik Nurhalimah, mahasiswa jurusan Sastra Inggris di Universitas Terbuka Taiwan. Memiliki hobi menulis sebagai penyambung lidah informasi dan berbagi. Etty juga berprofesi sebagai Jurnalist di Majalah TIMedia; majalah Taiwan yang berbahasa Indonesia. Telah melahirkan buku bertajuk “Wanita di Balik Badai”. Wanita pencinta kopi ini juga didapuk sebagai kontributor TV indonesia yang berada di Taiwan. Cita-citanya ingin mendirikan taman baca di kampung halaman, sembari tetap bergelut di dunia aksara. Etty bisa dihubungi melalui:

Facebook : Etty Diallova

Phone       : +886-970-421-888