JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Berita Eksternal Recent Update

Rembulan Paling Berkilau Sejak 1948

img-20161122-wa0008Jurnalikanews – Mendekati akhir tahun 2016 ini kita dikejutkan dengan kehadiran Supermoon atau yang biasa kita kenal dengan sebutan bulan purnama. Saat itu, bulan akan terlihat paling besar dan terang dalam kurun 70 tahun terakhir. Tepatnya pada tanggal 14 November 2016, kehadiran supermoon membuat masyarakat dari seluruh dunia ingin menyaksikan langsung fenomena alam ini. Bagaimana tidak, menyaksikan pemandangan bersejarah yakni supermoon terbesar dan paling dekat dengan bumi ini disia-siakan. Sebelumnya bumi belum pernah berada sedekat ini dengan bulan sejak 26 Januari 1948 yang berjarak hanya 30 mil lebih dekat daripada supermoon pada bulan.

Dilansir dari nationalgeographic.co.id, Supermoon atau dalam astronomi dikenal dengan bulan perigee terjadi ketika bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi. Jarak rata-rata bumi dan bulan sendiri sekitar 384.400 kilometer. Istilah supermoon juga didefinisikan sebagai sebuah bulan purnama yang bertepatan dengan orbit bulat terdekat dengan bumi. Supermoon terjadi ketika bulan mencapai fase penuh dan berada di titik terdekat dengan Bumi. Hal tersebut membuat bulan terlihat lebih besar dan terang dibanding dengan purnama.

Ada beberapa fakta menarik terkait dengan supermoon tahun 2016 ini. Pertama, mereka yang tinggal di dekat laut akan mengalami pasang surut yang lebih besar dari biasanya, layaknya “pasang purnama” yang terjadi saat fase Bulan berada dalam fase baru atau penuh. Hal itu disebabkan karena Matahari, Bumi, dan Bulan akan berada dalam satu garis selaras, dan tarikan gravitasi kedua benda angkasa luar itu yang menyebabkan ombak di Bumi akan lebih tinggi.

Kedua, Supermoon terjadi 3 kali pada tahun 2016. Para pengamat langit yang beruntung akan dapat melihat tiga supermoon sekaligus untuk menutup 2016. Sementara supermoon pada Oktober sudah berlalu, masih terdapat dua supermoon lain yang terjadi pada 14 November dan 13 Desember 2016.

Untuk menyaksikan fenomena alam yang langka ini, tidak perlu menggunakan teleskop karena supermoon bisa disaksikan dengan mata telanjang. Sehingga untuk mendapatkan pemandangan terbaik, coba hindari polusi cahaya karena kecerahan Bulan dapat terhalang oleh lampu kota atau awan. Lalu bagaimana dengan supermoon selanjutnya? Supermoon paling besar dan terang dapat kita lihat lagi pada tahun 2034. (IL)

Sumber:

http://global.liputan6.com/read/2650984/ini-5-fakta-mengejutkan-terkait-supermoon-14-november-2016