JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Berita Internal Recent Update

Suara Gudang dan Bengkel untuk Mahasiswa

Jurnalikanews.com – Banyak dari mahasiswa Politeknik AKA Bogor yang kurang mengetahui keberadaan bengkel dan gudang yang letaknya di dekat laboratorium lama. Padaha, gudang dan bengkel ini masih termasuk bagian dari kampus Politeknik AKA Bogor. Pemeliharaan dan Perawatan Instalasi (PPI) atau biasa dikenal bengkel berfungsi untuk merawat dan memelihara semua peralatan yang ada di Politeknik AKA Bogor, baik itu alat instrument, alat tulis kantor dan seluruh alat-alat yang menunjang pembelajaran di kampus Politeknik AKA. Ada beberapa prosedur khusus yang ditetapkan oleh PPI bagi civitas akademik yang ingin mengajukan permohonan perbaikan alat. Pertama, harus mengisi formulir yang telah disediakan dan melengkapi semua tanda tangan yang ada dalam formulir tersebut, lalu formulir tersebut diserahkan kepada pihak PPI dan akan ditindak lanjuti. “…mahasiswa juga boleh mengajukan perbaikan apabila ada alat penunjang yang rusak seperti AC namun prosedurnya harus lapor ke bagian rumah tangga terlebih dahulu yaitu Pak Dede.” jelas Bapak Ari selaku penanggung jawab bengkel. Apabila ada yang ingin mengajukan perbaikan, bengkel selalu stand by selama hari kerja. Pengurus bengkel sendiri sebanyak 3 orang, yaitu Bapak Ari selaku penanggung jawab serta Bapak Cecep dan Bapak Bambang selaku pengurus.

Lain halnya dengan bangunan yang berada tepat disamping bengkel tersebut, yakni  tempat persediaan barang-barang kantor maupun barang untuk kegiatan praktikum seperti bahan kimia, peralatan gelas, dll. Beberapa mahasiswa hanya mengetahui atmosfer dari bangunan ini saja, namun tidak untuk peruntukannya secara detail, hal ini di karenakan fungsi dari ruang aset atau biasa terdengar dengan sebutan “Gudang Persediaan” sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan mahasiswa, hanya berhubungan langsung pada kepala bagian laboratorium, prodi, bagian umum dan civitas akademik lainnya. “Biasanya mahasiswa disini meminjam barang seperti sound system, mic, dan pot bunga, tapi tetep dengan prosedur yang ada dan mengisi form peminjaman.” tutur Jenny Anna Margaretha Tambunan, selaku Kepala Urusan Akutansi Aset yang dalam kinerjanya dibantu oleh Yayan Maulana (Pelaksana Pengolahan Data SIMAK BMN) dan Rusdiana (Pelaksana Pelayanan dan Pengolahan Data Persediaan BLU).   Sesuai dengan nama yang melekat yaitu gedung persediaan, sehingga pada ruang aset ini tidak diberlakukan sistem stok barang, tetapi mendatangkan barang yang telah dipesan oleh kepala bagian dengan beberapa prosedur yang telah ditetapkan oleh bagian pihak persediaan barang. Itulah 2 bangunan yang kurang dikenal oleh mahasiswa namun memiliki peran penting dalam keberlangsungan proses perkuliahan di Politenik AKA Bogor. (Nrh&zh)

(10/11/16)