JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Berita Eksternal

PENISTAAN AGAMA ISLAM, UMAT MUSLIM TIDAK TINGGAL DIAM

Jurnalikanews— Akhir bulan September lalu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnomo (Ahok) sempat mengucapkan kata-kata  yang dianggap menistai agama Islam. Mendengar hal tersebut, seluruh umat muslim di Indonesia tergerak hatinya untuk melakukan pembelaan. Hal ini dibuktikan dengan adanya aksi (Kamis, 27/10/2016)  yang dilakukan oleh masyarakat muslim se-Bogor Raya dan dikoordinir oleh MUI Kota Bogor.

“Aksi kita ini tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada hubungannya dengan pilkada. Aksi ini untuk menunjukkan solidaritas kita sebagai muslim, karena ini bukan saya sendiri yang dihina, tetapi agama kita yang dihina. Sehingga kita ga boleh diam,” ucap M. Kholil Asqolani selaku perwakilan dari FPI “satu ayat aja dinistai oleh orang lain apalagi orang kafir, maka bisa dibilang perang buat kita”

img_20161027_084816_1477536665868Sekitar pukul 7.30, umat muslim se-Bogor telah memadati Masjid Raya Bogor yang berada di Jalan Raya Padjajaran, Bogor. Aksi ini diikuti oleh sekitar 3000 orang yang berasal dari forum-forum Islam, seperti Laskar Pembela Islam (LPI) Bogor Raya, Front Pembela Islam (FPI), KAMMI Bogor, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), DKM, HASMI, dll. Selain itu, pada aksi ini juga dilakukan konvoy dari titik awal Masjid Raya Bogor dan titik akhir di Balai Kota Bogor.

Syaiful Hadi, salah seorang aktivis dari FPI Bogor Raya mengatakan, mereka berharap penyampaian aspirasi yang dilakukan secara santun dan tidak anarkis ini dapat meluluhkan hati para penegak hukum Indonesia agar dapat bertindak seadil-adilnya. Karena pelecehan kitab suci dan agama tidak bisa dianggap sepele.

Tuntutan-tuntutan yang diajukan, yaitu:

  1. Sikap MUI Bogor mendukung MUI Pusat
  2. Perbuatan Ahok diproses secara hukum
  3. Mengadili Ahok dan pelaku-pelaku penistaan agama lain
  4. Meminta Presiden agar tidak melindungi pelaku penistaan
  5. Mengajak masyarakat untuk mendukung dan berani menegakan hukum, serta membantu MUI untuk bersikap independent.

Tuntutan-tuntutan tersebut diserahkan kepada Wakil Walikota Bogor dan Kapolresta agar selanjutnya disampaikan kepada Presiden.

Aksi ini akan dilajutkan pada tanggal 4 November 2016 di Jakarta, tepatnya di Istana Negara dengan massa yang lebih banyak lagi. (Re/bt/El)