JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

AKA Hari Ini

Apa Itu Teaching Factory ?

Jurnalikanews-Teaching Factory merupakan sebuah program berupa proses pembelajaran sebagai langkah pemberian bekal ilmu kepada mahasiswa yang dapat diwujudkan secara nyata, proses itu dilakukan berulang kali sampai mampu dipahami dan diterapkan. Sudah dua tahun yang lalu direncanakan, namun tahun ini merupakan tahun pertama program tersebut direalisasikan di Politeknik AKA Bogor, pada beberapa mata kuliah praktikum antara lain Industri Kecil Kimia, Kalibrasi Alat Ukur, dsb. Dasar hukum pelaksanaan Teaching Factory mengacu pada PP No. 41/2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri, Pasal 6 ayat (1) “Bahwa penyelenggaraan pendidikan vokasi industry berbasis kompetensi harus dilengkapi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi, Teaching Factory, dan Tempat Uji Kompetensi, serta Peraturan Direktur Politeknik AKA No. 1 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Teaching Factory.
Program ini melibatkan mahasiswa sebagai obyek terbimbing dan instruktur praktikum serta dosen yang bersangkutan sebagai pembimbing. Teaching factory bermaksud agar mahasiswa mampu menghasilkan suatu produk dengan biaya yang rendah yang dapat dimanfaatkan diberbagai tempat. Ilmu dari program Teaching Factory direalisasikan melalui pengajuan proposal ke pihak inkubator bisnis.
“Setelah mereka dapat ilmu dan udah tau ni seperti apa, lalu mereka masuk ke proses pengajuan proposal ke inkubator bisnis ke pak Reza dan Bu Elisa bahwa kami mau membuat sabun padat misalkan. Nanti dipelajari tuh sama orang inkubator bisnis, oke berapa dana yang dibutuhkan sekian – sekian. Ternyata proposal yang masuk gak cuman satu, ada 2-3 kelompok misalkan, lalu kita pilih dari situ oh ternyata dia nih yang masuk realistik dan blablabla. Udah memenuhi persyaratan lalu sama dia dikasih modal sama inkubator bisnis untuk membuat produk, nanti modal itu harus kembali lagi ke inkubator bisnis dari mahasiswa”, ungkap Bu Lilis sebagai penanggung jawab Teaching Factory.
Produk dari Teaching Factory bukan hanya berupa barang namun juga berupa jasa. “Produk yang dihasilkan dari proses Teaching Factory itu tidak hanya barang tapi juga bisa berupa jasa, contohnya di AKA produknya itu bukan hanya berupa barang tapi juga jasa. Jasanya itu ya Anda analis – analis ini, contohnya yang berupa jasa misalnya pada praktikum Kalibrasi kan diajarkan mengkalibrasi labu takar, mengkalibrasi pipet volume, nah hasil dari mereka belajar kalibrasi alat-alat gelas kalo yang di TeFa-kannya itu kalibrasi pipet volume tau labu takar. Mahasiswanya itu kan berarti mahir, terampil mengkalibrasi pipet volume.” Terangnya lebih lanjut.
Teaching Factory masih dilakukan secara intern di lingkup AKA, seperti Kalibrasi Alat antar lab. dalam AKA. Proses Teaching Factory terus berlanjut dan akan dilakukan inovasi pada mata kuliah selanjutnya. Diharapkan segera dilakukan sosialisasi kepada mahasiswa mengenai Teaching Factory agar dipahami dan lebih mantap. (MDP, ICUT)
(19/10/16)