JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Eksternal Recent Update

Ayo Peduli Anak dan Perempuan Indonesia

Jurnalikanews- Event akbar yang di selenggarakan oleh BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) berlangsung pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 dimulai dari pukul 07.30 – 15.45 WIB. Event ini merupakan suatu seminar dan juga diskusi panel yang bertempat di Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Dramaga. Acara ini turut dihadiri oleh mahasiswa/i dari berbagai kampus di Indonesia. Pembahasan dari acara ini mengenai tentang kasus-kasus kekerasan terhadap wanita dan anak serta kondisi sosial dan penyimpangan seksual yang terjadi di masyarakat.
Acara nasional yang di selenggarakan BEM SI kali ini mengangkat tema “National Symposium On Woman and Children”hal ini karena banyaknya kasus-kasus kekerasan yang terjadi terhadap wanita dan anak yang kurang di perhatikan, sehingga mahasiswa/i dan masyarakat indonesia harus peduli dan kritis terhadap kasus ini. Pembukaan acara di buka oleh keynote speech yaitu Prof.Dr Meutia Farida selaku Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak Republik Indonesia ( Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1 ). Terdapat beberapa rangkaian acara seminar, seperti seminar mengenai ketahanan keluarga dengan narasumber DR. Dinar Dewi Kania (Ketua bidang kajian dan hukum aliansi cinta keluarga Indonesia ) dan seminar tentang kekerasan seksual pada wanita dan anak dengan narasumber Iptu Mellisa FC Sianipar.( Ketua Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Porles Kota Bogor )
DR. Dinar Dewi Kania mengatakan bahwa ketahanan keluarga itu sangatlah penting, disamping untuk konsolidasi bangsa, pun untuk pembangunan karakter bangsa. Selain itu, banyak sekali isu filosofis dan yang menjadi masalah terhadap ketahanan keluarga diantaranya adalah kesetaraan gender yang mana ini merupakan bentuk kecil dari ancaman keluarga yang mungkin dapat mengakibatkan deskontruksi keluarga dan kebebasan seksual yang mana akibat dari sikap feminisme yang dapat mengakiatkan adanya penympangan seksual , dan dari penyimpangan tersebut timbulah yang namanya orientasi seksual. Selain itu pesoalan mengenai LGBT pun di bahas pada seminar ini.
img-20161017-wa0011“Kasus – kasus kejahatan di bogor dari tahun 2012 – September 2016 ini semakin tinggi , khusus nya untuk KDRT dan Kekerasan pada anak.”Tutur IPTU Mellisa pada seminar Kekerasan Seksual terhadap wanita dan anak.
Kasus – kasus kekerasan ini di pandang karena anak dan wanita ini memiliki fisik yang lebih lemah dan lebih mudah untuk di rayu. Pun disebabkan karena kurangnya perhtian orang tua terhadap anak atau kurang pengawasan nya orang tua .
Selain acara seminar, ada 3 rangkaian acara diskusi yang masing-masing memiliki pembahasan berbeda namun memiliki korelasi, yaitu Porrnografi, Sex Education, dan Ketahan Keluarga.
Inti dari acara ini adalah bahwasan nya ketahanan keluarga merupakan akar dari masalah sekaligus sebagai solusi terhadap kejahatan seksual terhadap wanita dan anak
Hanasa selfiani selaku Ketua pelaksana acara Nationa Symponium On Woman and Children mengharapkan agar setelah mahasiswa/i mengikuti acara ini mereka menjadi cerdas dan dapat menjadi ranger untuk lingkungan sekitar dan dapat menanggulangi kasus-kasus kekerasan terhadap wanita dan anak. ( Ag )
(17/10/16)