JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Eksternal Recent Update

Hiruk Pikuk Pedagang Kaki Lima

Jurnalikanews-Menyorot hiruk-pikuk para pedagang kaki lima di tengah bangunan yang menjulang tinggi, Solihin (54) asal Garut adalah pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan Juanda yang menjual es pala, mie ayam, dan ketoprak. Pendidikan tamatan Sekolah Dasar membuat Solihin memilih berdagang dibandingkan temannya yang berpendidikan tinggi sebagai kepala sekolah dan TNI tidak membuatnya berkecil hati karena rezeki yang Ia cari halal. Kegiatan ini dilakukan setiap hari pada pukul 09:00 – 17:00 WIB sejak tahun 1987 hingga sekarang, sekitar 29 tahun. Pendapatan yang diperoleh Solihin setiap harinya sekitar 300.000, namun saat pembeli sepi, pendapatannya hanya 200.000-250.000. Saat tahun 1987 harga satu gelas es pala hanya 25 perak dan satu mangkuk mie ayam hanya 250 perak, tapi dengan perkembangan jaman yang semakin pesat kini harga satu gelas es pala Rp. 5000 dan satu mangkuk mie ayam Rp. 10.000.

Persaingan sesama pedangang atau tempat mewah seperti kafe dan restoran membuatnya harus siap memutar bisnis yang sudah lama dijalankan. Umur yang sudah tua tidak membuat Solihin menyerah, bahkan saat penggusuran PKL (Pedagang Kaki Lima) oleh satpol pp, Solihin harus mengangkut dagangannya kembali dan pulang tanpa membawa hasil apapun. “Hidup harus disyukuri karena apapun yang diberikan oleh sang pencipta harus dijalankan dan dinikmati,”. Ujar pria renta itu. (Vey, SR, dan GC)

(25/9/16)