JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

IPK ≤ 2.75 Antara Hidup atau Mati

abcJurnalikanews – Akhir tahun 2016 merupakan waktu yang mendebarkan bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang gencar mencari tempat praktik kerja lapang (PKL). Pasalnya, tidak mudah mencari tempat PKL yang sesuai dengan minat dan persyaratan yang diajukan oleh perusahaan. Akademik pun tidak tinggal diam dan turut membantu dengan memberikan sederet nama perusahaan. Salah satu syarat utama adalah indeks prestasi kumulatif mahasiswa atau IPK harus mencapai ≥2,75 untuk dapat mengikuti seleksi pada tempat PKL yang bekerja sama dengan AKA. Hal tersebut menjadi pertanyaan sejumlah mahasiswa yang belum memenuhi persyaratan. Telah dikonfirmasi oleh sekretaris program studi Ibu Kartini Afriani bahwa syarat ipk harus mencapai ≥2,75 itu adalah standar minimal yang diminta oleh perusahaan. Syarat ipk ini di terapkan agar banyak mahasiswa AKA yang dapat mengajukan permohonan PKL.

Kendati demikian, tetap saja perusahaan- perusahaan tersebut tidak dapat menampung semua mahasiswa tingkat akhir Politeknik AKA. Akademik hanya berkerja sama dengan beberapa perusahaan, seperti TUV-NORD, Achroma, Evonik, dan sebagainya. Kuota untuk PKL di sana juga tidak banyak, hanya dua atau empat orang meski ada pula yang mengambil lebih dari sepuluh mahasiswa. Mahasiswa juga harus mengalami seleksi apabila permohonan PKL pada satu perusahaan melebihi kuota yang diberikan. Seleksi ini berupa seleksi nilai minat dan IPK yang diperoleh.

Sumber : twitter @ID_loker

Bagaimana dengan mahasiswa yang indeks prestasi kumulatifnya ≤ 2,75? Selama mahasiswa tersebut tidak memiliki nilai E atau D lebih dari dua, maka tidak menghasilkan masalah yang serius. Mahasiswa yang memiliki ipk ≤ 2,75 masih tetap dapat mengajukan PKL pada perusahaan yang diinginkan, hanya saja mahasiswa tersebut harus berusaha sendiri untuk mendapatkan perusahaan. Hal ini ditambahkan oleh ibu Kartini, “Tentang peluang mahasiswa yang memiliki IPK dibawah 2,75, tidak masalah, penerimaan itu banyak, banyak peluang, perusahaan tidak hanya melihat dari nilai IPK, biasanya dalam seleksi IPK hanya awal, dan biasanya perusahaan akan melakukan tes atau wawancara yang merupakan kesempatan bahwa skill yang kita miliki bagus dengan mempersiapkan diri selama itu kita tidak bermasalah.”.

Oleh karena itu, mahasiswa yang memiliki nilai indeks prestasi lebih kecil tidak perlu berkecil hati. Tidak semua dilihat dari nilai dan IPK. Ilmu, keinginan belajar, dan skill menjadi pondasi awal untuk melanjutkan PKL. IPK bukanlah harga mati.(Nsr/Rgi)

(20/9/16)