JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel

Yuk Kenali Bahaya Limbah B3

img-20160916-wa0005Jurnalikanews- Tentu kalian sudah tidak asing dengan limbah B3, bukan? Tentu saja, sebagai calon kimiawan sejati kalian tentu harus paham betul mengenai seluk beluk tentang limbah B3 ini. Mulai dari pengetahuan mendasar sampai dengan cara pengolahannya. Nah, untuk menyegarkan ingatan kalian kembali dan barang kali ada beberapa info yang belum kalian ketahui, yuk kita kenali kembali apa itu limbah B3 dan apa saja bahaya serta bagaimana cara mengatasinya.

Kita mulai dari hal yang paling mendasar, yaitu apa sih pengertian dari limbah? Singkatnya limbah adalah segala bentuk bahan yang merupakan hasil atau sisa (baca: buangan) dari berbagai aktivitas mahluk hidup. Pada dasarnya limbah berasal dari aktivitas pada tubuh mahluk hidup (metabolisme) dan aktivitas yang dilakukan oleh mahluk hidup itu sendiri. Limbah yang berasal dari proses aktivitas tubuh mahluk hidup seperti pada manusia yaitu air keringat, air seni, feses dan sebagainya. Begitu juga limbah yang berasal dari aktivitas manusia seperti kegiatan rumah tangga dan berbagai kegiatan dalam kehidupan industri yang mana disetiap industri yang bergerak dibidang produksi pasti akan menghasilkan bahan atau zat sisa dari segala macam bentuk prosesnya.

Sekarang apa singkatan dari B3 itu? B3 adalah Bahan Berbahaya dan Beracun. Sehingga bisa diartikan, limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifatnya dan atau konsentrasi maupun jumlahnya, secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusakkan linkungan hidup manusia serta mahluk hidup lain. (PP No. 18 Thaun 1999)

Tentu saja, dengan mengetahui bahaya apa saja dari limbah B3 ini bisa meminimalisir berbagai kecelakaan yang terjadi pada dunia industri. Zat toksik yang terkandung pada limbah B3 ini pun bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai media seperti:

1. Oral yaitu melalui mulut  kemudian ke saluran pencernaan.

2. Inhalasi yaitu melalui saluran pernapasan lalu masuk ke peredaran darah.

3. Dermal yaitu melalui kulit.

4. Peritonial yaitu melalui suntikan ataupun media lainnya yang bersifat kontak fisik langsung dengan kulit.

img-20160916-wa0006

Pengaruh limbah B3 ini pun terbagi juga kedalam 2 kategori: efek akut dan efek kronis. Efek akut dapat menimbulkan akibat berupa kerusakan susunan syaraf, kerusakan sistem pencernaan, kerusakan sistem pernapasan, kerusakan pada kulit dan kematian. Sedang efek kronis dapat menimbulkan efek karsinogenik (pemicu zat kanker), eek mutagenik (pemicu zat mutasi), efek teratogenik (cacat bawaan) dan kerusakan sistem reproduksi.

Bahaya dari limbah B3 sudah kita kenali, tapi seperti apa contoh dari limbah B3 ini? Limbah B3 bisa berupa logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, Zn serta zat kimia lainnya.

Contoh dari penggunaan serta dampaknya iyalah Kadmium (Cd) yang digunakan pada industri cat, baterai, plastik dan proses elektroplating. Limbah dari zat ini apabila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan kerapuhan tulang dan nyeri dengan intensitas tinggi. Merkuri (Hg) yang dipakai pada industri pembuatan termometer, lampu, baterai insektisida, proses ekstrak emas dan perak bisa menimbulkan rusaknya sistem syaraf. Timbal (Pb) pada industri digunakan untuk pembuatan cat, kegiatan pertambangan dan emisi kendaraan bermotor apabila tidak diolah sesuai prosedur bisa menimbulkan kerusakan otak dan ginjal.

Pengolahan limbah B3 bisa dilakukan dengan berbagai macam banyak cara, namun disini akan dibahas beberapa metode saja. Yang pertama ada metode stabilisasi/solidifikasi yaitu proses penambahan suatu zat dan dicampur dengan limbah untuk meminimalkan kecepatan perpindahan limbah untuk mengurangi toksisitas dari limbah. Solidifikasi adalah proses menggunakan aditif berdasarkan sifat fisis alami dari limbah digunakan selama proses.

Lalu ada metode insinerasi (pembakaran), dapat diterapkan untuk memperkecil volume B3 namun saat melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar gas beracun hasil pembakaran tidak mencemari udara. Ada lagi metode bioremediasi, yaitu penggunaan bakteri dan mikroorganisme untuk mendegrasi/mengurangi limbah B3.

Tentu masih banyak lagi hal yang masih bisa kita gali mengenali keilmuan limbah B3 ini. Sebagai mahasiswa yang bergerak dibidang kimia tentu saja sangat diharuskan untuk memiliki pengetahuan mengenai bahaya berbagai zat – zat kimia yang kita gunakan dalam pekerjaan kita. Karena kita tidak dituntut untuk menguasai berbagai macam keahlian menggunakan berbagai macam zat kimia saja namun bagaimana menanggulangi zat kimia tersebut setelah kita gunakan juga merupakan hal yang tidak terpisahkan. Semoga artikel ini bisa membuka kembali rasa penasaran teman-teman untuk mendalami ilmu bahaya limbah B3 ini 😉 (fdl)

Sumber :

https://cdn.tmpo.co/data/2012/12/05/id_154633/154633_620.jpg

http://dasb3.co.id/wp-content/uploads/2016/01/simbol-b3-merged-OPT1.png

Dampak Limbah B3 bagi Kesehatan

http://blogs.tenangjaya.co.id/2014/05/metode-pengolahan-limbah-b3-secara.html

 (15/916)