JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Artikel

Pelajar di Finlandia sedikit belajar, tapi cerdas???

IMG-20160819-WA0003
Jurnalikanews-Nah, masih inget isu Full-day school yang diwacanakan oleh Mendikbud? pasti banyak pihak yang mendukung tapi ada juga yang tidak setuju dengan gagasan ini kan? Tapi yang akan kita bahas sekarang bukan isu full-day school melainkan kita akan bahas info menarik tentang sistem pendidikan Finlandia yang cuma menghabiskan 5 jam pelajaran, tapi menghasilkan pelajar-pelajar yang berkualitas.
Pertama, masuk sekolah jam 9 pagi dan pulang jam 2 siang. Bukan cuma waktu belajar yang singkat tapi proses belajar mengajar akan diselingi istirahat di setiap pergantian mata pelajarannya. Hal ini bertujuan agar para siswa mendapatkan tidur yang berkualitas di pagi harinya dan pelajar memiliki waktu yang cukup dalam jeda istirahat saat proses belajar mengajar.
Kedua, sedikit PR. Pelajar di Filandia mennyeleseikan tugas-tugasnya cukup di kelas, rata-rata hanya memerlukan waktu setengah jam setiap malam untuk mengerjakan PR nya. Sehingga pelajar tidak tertekan dan akan rajin belajar saat belajar di dalam kelas karena perhatinnya hanya akan fokus pada pelajarannya.
Ketiga, jumlah murid perkelas yang sedikit. Jumlah siswa perkelas di Finlandia hanya berjumlah 20 orang. Pastinya hal ini bertujuan agar proses belajar mengajar yang berkualitas dan optimal.
Keempat, ujian sekolahnya sedikit. Kenapa? karena para guru di Finlandia diberi kepercayaan yang penuh untuk melakukan yang terbaik dan kontrol untuk mengatur kelasnya. Guru di Finlandia lebih mengarahkan siswanya agar mempunyai keahlian yang cukup dan membantu sehingga dapat menjadi individu yang siap terjun ke masyarakat.
Terakhir, Tidak mengutamakan struktur tapi lebih mengutamakan rasa percaya. Nah, rasa percaya inilah yang menjadi kunci dalam sistem pendidikan di Finlandia. Masyarakat percaya kalau sekolah memperkerjakan guru-guru yang berkualitas. Sekolah percaya guru-guru mereka profesional dan terlatih sehingga memberikan keleluasaan dalam mengajar para siswanya. Para guru percaya kalau siswa-siswa nya bisa belajar dengan baik, dan para siswa percaya pada masyarakat, sekolah, dan gurunya akan memberikan fasilitas dan pelajaran yang terbaik untuk masa depan mereka. (AK)
sumber : www.vemale.com