JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Eksternal

Makanan Yang Dijus Ternyata Berisiko Buruk Buat Kesehatan

IMG-20160807-WA0006Jurnalikanews.com – Seperti yang kita tahu, buah atau sayur yang dijus dan dinikmati cair akan membantu menurunkan berat badan dengan baik. Bahkan, buah atau sayuran segar yang dijus akan memberikan efek baik buat sistem pencernaan. Namun nih ya, di balik kebaikan yang ditawarkan oleh jus buah atau sayur serta makanan lain yang dijus, ternyata makanan yang dijus justru meningkatkan risiko migrain, buruk buat kesehatan hati dan menimbulkan masalah kesuburan.
Dikutip dari laman dailymail.co.uk, para ahli mengungkapkan bahwa makanan yang dijus lebih memungkinkan menyebabkan risiko migrain dan masalah kesuburan. Para ahli mengungkapkan bahwa dalam jangka pendek, jus akan menyebabkan migrain, sakit kepala, kelelahan, badan letih dan lesu serta tidak fokus juga mudah lapar. Sementara itu, dalam jangka panjang makanan yang dijus akan berisiko pada kesehatan organ hati dan berkaitan erat dengan masalah kesuburan.
Jason Vale, seorang ahli kesehatan yang telah menulis buku tentang kebaikan makanan yang dijus dan telah melakukan diet ketat melalui konsumsi jus, saat ini telah menghentikan misinya untuk tetap sehat dan bugar melalui jus. Pasalnya, konsumsi jus dalam jangka waktu lama justru telah membuatnya lemah, tidak fokus, mudah terserang sakit kepala dan berisiko menderita penyakit berbahaya lainnya. Kini, Jason telah berusaha memperbaiki pola hidupnya kembali dan mulai mencoba konsumsi makanan lain dengan cara yang benar alias tidak dijus lagi.
Sementara itu, Joe Cross, seorang pria yang juga telah menulis buku mengenai manfaat konsumsi jus dan membintangi film dokumenter berjudul Fat, Sick & Nearly Dead, kini ia justru kehilangan banyak berat badannya dan menjadi sangat lemah akibat konsumsi jus berlebihan dalam jangka waktu yang panjang. Kisah dari kedua pria ini tentu justru bisa menjadi pelajaran berharga buat semua orang bahwa konsumsi jus saja dalam jangka waktu pendek atau lama sangat buruk buat kesehatan dan tidak dianjurkan.
IMG-20160807-WA0005Ms Quirke, seorang ahli kesehatan di Amerika Serikat mengatakan, “Dalam jangka pendek, konsumsi makanan yang dijus akan berisiko sakit kepala, kelelahan dan lemas. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan yang dijus berisiko terhadap kesuburan hingga gagal hati. Memang, awalnya jus sangat baik buat kesehatan. Tapi, jika hal ini tidak dibarengi dengan konsumsi makanan lain justru akan berefek buruk buat kesehatan.”
Menurut Quirke, secara tidak sadar, akan ada banyak bagian tertentu dari makanan dan zat yang masuk ke dalam makanan yang diolah dengan cara dijus. Zat inilah yang nantinya bisa berefek buruk buat kesehatan. Sue Baic, seorang ahli dari Bristol University mengungkapkan bahwa mungkin ada beberapa jus yang bermanfaat buat kesehatan. Hanya saja, disarankan agar semua orang tetap berhati-hati saat konsumsi jus buah dan sayur. Meski sebenarnya makanan yang dijus memiliki manfaat, ada saat dimana jus ini akan menjadi sangat berbahaya buat kesehatan ketika ia dikonsumsi secara berlebihan.
Joe Cross juga pernah mengatakan bahwa jus adalah asupan nutrisi yang hanya baik buat orang-orang yang sehat. Jus sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi wanita hamil, orang yang kekurangan berat badan, orang yang memiliki riwayat epilepsi dan gangguan pencernaan. Ladies, semoga informasi ini bermanfaat. Setelah mengetahui informasi ini, semoga kita semakin bijak dalam menentukan keputusan untuk konsumsi jus buah, sayuran atau makanan lainnya.
Sumber : http://www.vemale.com/kesehatan/96504-makanan-yang-dijus-ternyata-berisiko-buruk-buat-kesehatan.html (7/8/16)