JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Eksternal

Kekuatan Sebuah Koin

IMG-20160807-WA0007Jurnalikanews- Koin adalah sebutan untuk kepingan uang logam yang biasa digunakan untuk keperluan jual-beli, namun siapa sangka sebuah koin dapat menjadi sebuah media pengobatan tradisional untuk penyembuhan penyakit masuk angin yang cukup terkenal di Indonesia. Dilansir dari wikipedia, disebutkan bahwa ternyata ada yang disebut hari kerokan internasional yang diperingati setiap tanggal 1 agustus, tidak diketahui sejak kapan hari kerokan ini muncul  tetapi kegiatan pengobatan tradisional kerokan ini dikenal juga di negara lain selain Indonesia, seperti di Vietnam kerokan dikenal sebagai cao giodi, di Kamboja menjulukinya goh kyol, dan di China kerokan juga populer dengan sebutan gua sua hanya bedanya di China memakai batu giok sebagai alat pengerok.
Selain dikenal di banyak negara, kerokan juga kerap dilakukan oleh artis internasional seperti Justin Bieber. Dari media sosial, Justin Bieber meng-unggah fotonya dengan bekas kerokan di bagian sekitar leher. Hal ini tentu menjadi bukti bahwa kegiatan untuk menyembuhkan penyakit masuk angin telah menyebar di berbagai bagian di dunia.
Kegiatan kerokan sendiri adalah kegiatan menyembuhkan gejala masuk angin dengan metode menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit dengan menggunakan benda tumpul seperti uang logam yang sebelumnya bagian kulit yang akan di kerok dilapisi oleh minyak atau lotion untuk mempermudah proses pengerokan dengan melicinkan permukaan kulit yang selanjutnya menyebabkan guratan merah pada kulit. Kegiatan kerokan ini akan “mengeluarkan angin” dari dalam tubuh dengan menghangatkan permukaan kulit sehingga peredaran darah meningkat dan menjadi lancar.
Di Indonesia kerokan dikenal dari sejak zaman kerajaan, budaya kerokan telah diwariskan selama ratusan tahun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarah awal mula kerokan hingga saat ini masih sulit ditelusuri karena tidak terdapat bukti otentik yang menyatakan kapan dan bagaimana kerokan berkembang di masyarakat Indonesia. Kerokan sendiri berasal dari kata bahasa jawa yaitu kerok yang berarti garuk dengan ditambahkan kata akhiran -an yang merupakan kata kerja, maka kerokan adalah menggaruk.
Proses kerokan cukup sederhana, yakni membuat suatu reaksi inflamasi atau radang yang akan berakibat melebarnya pembuluh darah dan menjadikan aliran darah lebih lancar. Dengan begitu maka banyak oksigen dan nutrisi yang masuk untuk jaringan otot. Karena rasa pegal yang dirasakan pada saat masuk angin berasal dari penyempitan pembuluh darah yang ada sehingga aliran darah menjadi terhambat dan timbul rasa pegal.
Ada anggapan bahwa kerokan berbahaya bagi kesehatan, tetapi sebenarnya kerokan tidak berbahaya apabila tidak dilakukan terlalu sering. Apabila kerokan dilakukan terlalu sering dapat mengakibatkan banyak pembuluh darah kecil dan halus pecah, kerokan juga dapat menimbulkan kecanduan karena efek hormon endorfin yang dikeluarkan karena kerokan, untuk itu sebaiknya kerokan hanya dilakukan apabila diperlukan saja dan tidak rutin dilakukan. Selain itu tidak dianjurkan untuk langsung mandi setelah kerokan, karena setelah kerokan suhu tubuh masih panas sehingga apabila mandi sehabis kerokan dilakukan malah akan menyebabkan pembuluh darah kembali menyempit. (roy)
 
 
6/8/16