JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

AKA Hari Ini Berita

MUDIK VS KOSAN

1Jurnalikanews – Rutinitas ujian praktikum atau yang biasa disebut UPRAK telah berakhir, banyak mahasiswa telah mudik ke kampung halamannya masing-masing. Hal ini terlihat dari banyaknya kursi di ruang kelas pada Jum’at (1/7) yang merupakan hari terakhir perkuliahan pra lebaran.
Fenomena mudik lebaran tentunya juga menjadi hal yang ditunggu oleh kebanyakan anak kosan. Selain dapat kembali berkumpul bersama keluarga, juga dapat merasakan masakan khas orang tuanya. Akan tetapi, tidak semua anak kosan turut merasakan euforia akbar tahunan ini. Tentunya adalah mereka yang tidak mudik lebaran ke kampung halaman.
Suasana lebaran tahun ini dirasakan berbeda bagi anak perantauan di luar pulau Jawa karena tahun ini, mereka yang tidak pulang ke kampung halaman akan berlebaran di rumah sanak keluarga yang dekat dengan Bogor. Hal ini karena jadwal UAS yang tidak terlalu jauh dengan libur lebaran. “Lebaran, natal, atau apapun hari rayamu sesekali rayakan bersama dirimu sendiri dalam kesepian. Di saat seperti itu, kita akan merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Kita akan lebih mensyukuri apa yang sudah kita punya, salah satunya keluarga. Kita pun bisa merenungkan bagaimana seharusnya menjalani kehidupan di hari-hari selanjutnya,” tutur salah satu mahasiswa semester empat.
2Menikmati waktu untuk sendiri nggak akan seburuk yang di bayangkan. Yang pasti, kita bisa lebih khusyuk beribadah dan merenungkan hidup. Mungkin kita terbiasa berlebaran di rumah bersama keluarga besar lengkap dengan ponakan-ponakan kecil yang berisik. Tenggelam dalam suasana hari raya, sehingga kita nggak sempat memaknainya lebih dalam.
Saat lebaran tiba, ketika menu makanan mayoritas adalah makanan khas lebaran, maka anak kosan akan mensyukuri ketersediaan roti, kue dan minuman seadanya. Tidak ada ketupat, tidak ada makanan khas lebaran dan tidak ada masakan khas kebanggan keluarga. Yang pasti, jangan jadikan itu sebagai sebuah hal untuk tidak turut andil dalam hari kemenangan. Karena itulah sebuah perjuangan, tantangan dan pengorbanan untuk mencapai kemenangan pada tahap hidup selanjutnya. Layaknya mencapai kemenangan di hari lebaran. (SR) (1/7/16)