JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita

“ HARUSKAH ADA SURGA DAN NERAKA?”

JURNALIKANEWS. Iman dalam Islam adalah tema yang diangkat pada acara tabligh akbar bertempat di masjid Raya Bogor. Acara yang bertajuk keislaman ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari umat muslim di wilayah Bogor dan sekitarnya. Acara yang dipandu oleh Arie Untung menghadirkan Syeih Ali Jaber dan ustadz Hari Moekti untuk menyampaikan tausiyah pada minggu siang menjelang sore itu (19/06). Bukan hanya kedua ustadz yang sudah tak asing lagi didengar, acara tersebut menghadirkan pula tiga pemain sinetron Anak Jalanan sebagai bintang tamu, salah satunya Cut Meyriska. Acara yang ditayangkan live di stasiun Televisi RCTI mampu menyiram keimanan bagi umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini. Untitled
Keimanan itu hendaknya diterapkan 100% salah satunya meyakini ke 25 Nabi dan Rosul. Tidak patut seseorang hanya meyakini beberapa dari Nabi dan Rosul yang wajib diimani karena menjadikan tidak syah keimanannya. Syekh Ali Jaber menuturkan berdasarkan ayat suci al-quran dalam QS Al Baqoroh ayat 136 bahwa tidak dibenarkan seseorang membeda-bedakan rasul karena menyebabkan iman seseorang tidaklah sempurna. Keimanan tidak hanya berkenaan seputar keyakinan akan Nabi dan Rasul tetapi sholatpun yang tak lain setiap hari minimal lima kali jumlahnya dilaksanakan juga harus dilaksanakan dengan keimanan. Keimanana dalam sholat dapat diterapkan dengan memaknai kalimat demi kalimat bahkan kata demi kata yang dilafadzkan saat menunaikan sholat. Seseorang yang memaknai ucapannya, lama kelamaan keimanan dalam sholat itu pun muncul dan semakin besar. “Saya saja yang dari dulu tidak pernah putus sholatnya bertahun tahun dan saat berusia 40 tahun saya baru mampu merasakan keimanan ada di dalam hati saya” ungkap Ustad Hari Moekti melapangkan hati jamaahnya. Memang tidak ada kata terlambat untuk meraih keimanan. Berbekal keyakinan, usaha dan ridho Allah SWT, keimanan akan tumbuh dalam sanubari umatnya.
“Seluruh manusia yang diciptakan sudah ditulis di lauhul Mahfudz, lalu mengapa harus ada surga dan neraka bila hakekatnya manusia telah ditakdirkan hidup dan matinya?” cetus salah satu jamaah tabligh akbar tersebut membangkitkan bulu kuduk siapapun yang menyaksikan lontaran pertanyaan itu. Syekh Ali Jabber meluruskan pemikiran tersebut. Beliau menjawab dengan tegas bahwa takdir manusia ada dua macam yaitu yang dapat diubah dan yang tak dapat diubah. Takdir yang tak dapat diubah banyak jenisnya salah satunya kematian. Manusia tak akan mampu berlari menghindari ajalnya seberapun jauhnya. Namun ada pula takdir yang bisa diubah dengan usaha dan doa sehingga menuntun seseorang menuju jalan yang indah (surga) maupun yang berliku (neraka). Jadi sudah jelas bahwa mengimani adanya kehidupan sesudah mati dan meyakini takdir seseorang wajib adanya.
“Acara yang amat bermanfaat bagi masyarakat bogor khususnya saya yang pada hari minggu dapat mengisi waktu luang diharapkan sesering mungkin diadakan acara tabligh seperti ini. Bukan dilihat dari sponsor yang mendanainya, tetapi dari ilmu yang disebarkannya dalam rangaka peningkatan kualitas diri” ungkap Ibu Rina salah satu jamaah yang ditemui tim Jurnalika selepas acara berlangsung. (IL/Pt)