JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Eksternal Recent Update

Penggerebakan Tebang Pilih

IMG-20160613-WA0001Penggerebekan rumah makan kecil telah menjadi lumrah ketika memasuki bulan suci Ramadan. Beberapa hari ini, dunia maya digemparkan oleh rekaman video berdurasi singkat tentang penggerebekan sebuah warung makan di Serang, Banten. Hal ini menjadi pembicaraan viral di internet. Pasalnya, dalam video tersebut nampak wanita paruh baya bernama Jursiani tak kuasa menahan tangis ketika petugas satpol pp menggondol seluruh barang jualannya.
Jurniasi didakwa bersalah karena melanggar pasal 10 Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 ayat 3, sesuai dengan surat edaran Nomor : 451.13/739-Kesra/2015 tentang Kegiatan yang dilarang pada bulan Ramadan. Menariknya, disaat Satpol PP mengamankan warung-warung kecil milik wong cilik, restoran, cafe, dan tempat makan kelas menengah ‘aman’ dari penggerebekan. Mall tetap bukan dan seluruh elemen didalam tetap berjualan seperti biasa.
Kejadian seperti ini bukanlah hal baru yang terjadi di tanah air. Di Serang, memang setiap tahunnya hal ini rutin dilakukan, hanya dalam penerapannya masih saja banyak kendala dan ketidakadilan. Padahal menurut pasal 10 Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2010 ayat 3 mengatakan bahwa semua elemen yang menjual makanan (termasuk restoran dan cafe kelas menengah) dilarang menjual dan melayani pembeli pada siang hari di bulan Ramadan.
Tetapi dalam penerapannya, hanya warung-warung kecil milik rakyat kecil yang selalu jadi santapan empuk para penegak keadilan itu. Cafe dan restoran elit aman dari sergapan satpol PP. Kabar terbaru yang dilansir situs Merdeka.com mengatakan bahwa Jursiani kini tengah jatuh sakit setelah dagangannya digerebek. Tentunya banyak elemen masyarakat yang menyayangkan kejadian tersebut. (dj) (13/6/16)