JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Recent Update

AKA Pamerkan Produk di Ekskim Expo

Bogor, Jurnalika — 3 November 2015. Ekperimen kimia kembali mengguncang Politeknik AKA Bogor, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sekaligus memperkenalkan produk-produk ekskim yang berguna untuk masyarakat dan mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat satu. Acara yang seharusnya dimulai jam 08.00 pagi mengalami kemunduran jadwal menjadi jam 10.00. Tapi antusiasme dari mahasiswa tetap tinggi.
Komunitas yang beridiri 4 tahun lalu ini, biasanya mengadakan banyak kegiatan seperti memperkenalkan dan mempelajari dasar-dasar penelitian, skill dari pemakaian alat-alat lab, dan ada juga beberapa produk buatan mahasiswa AKA yang dipamerkan dalam acara ini seperti alat destilasi, softener, sirup jahe, kripik kulit mangga, tinta alang-alang, dll. Acara ini tidak hanya diadakan pada pagi hari, tetapi juga pada siang hari pikul 14.00 WIB yang akan diadakan materi dan pengenalan tentang ekskim.
 
Seminggu setelah kegiatan ini dilaksanakan, Ekskim akan mengadakan Open Recruitment dan sosialisasi untuk mahasiswa tingkat satu. Ada beberapa proses tahapan recruitment, salah satunya pengumpulan essay dan untuk tahapan selanjutnya akan diberitahukan pada saat sosialisasi nanti.
Tanggapan positif terlontar dari mahasiswa yang datang ke acara ini “saya sangat bangga ada expo dari ekskim, dari tahun ke tahun memang sudah ada tetapi tahun sekarang lebih variatif. Insyallah dari PORKAM FLMPI produk dari ekskim akan dibawa ke musyawarah nasional di politeknik ATK Yogyakarta untuk diperkenalkan ke kampus-kampus lain.” Ujar Desti Dwi Kayanti dari kelas 3E. Selain tanggapan-tanggapan, banyak yang menyarankan agar tahun depan dapat diperbanyak lagi produk-produknya dan semoga semakin inovatif.
Adapun pesan dan harapan dari sekjen ekskim, Faiz Ainul Huda mengatakan “Terus kembangin apa yang ada dipikiran kalian, ide itu bisa datang dari mana aja. Otak manusia itu diciptakan untuk menampung ide dan terus kembangkan ide-ide itu. Dan jangan lupa menerapkan moral dan agama di sela-sela ilmu itu. Temen-temen nyiptain alat ini semua jika tidak ada moral dan gunanya di masyarakat itu ga ada artinya. Karena kita dibiayai dari masyarakat dan kita hidup di masyarakat dan silahkan kembali ke masyarakat.” (SS & MD)
 
 
04/11/2015