JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Inspirasi Recent Update

Semangat Membara dari Tubuh Manula

IMG_6453-1

Jakarta, 10 September 2015. Terlihat mahasiswa yang sedang melakukan aksi kepada Presiden Joko Widodo terlihat seorang pria dengan rambut yang telah memutih sedang memperhatikan jalannya aksi yang dilakukan oleh BEM se-Jabodetabek. Mengenakan kaos hitam bergambar wajah Presiden RI pertama Ir. Soekarno dan membawa tas gedong berwarna kuning dia terduduk di sisi jalan dan terkadang berjalan mendekat ke arah massa yang melakukan aksi.

Pria yang bernama bapak Sukiman ini ternyata telah berumur 81 tahun dan masih memiliki semangat muda pada usianya yang telah berkepala 8 tersebut. Kepeduliannya terhadap Indonesia telah mendorong dia untuk selalu hadir pada setiap aksi yang dilakukan oleh masyarakat entah itu mahasiswa ataupun buruh.

“Banyak sarjana Indonesia yang telah lulus dari kampus masing-masing berjumlah jutaan, apa tidak bisa sarjana tersebut mengurus Indonesia dengan kemampuannya di bidangnya masing-masing sesuai kuliah yang diambil. Apa harus dengan perdebatan? Apa tidak bisa dengan musyawarah dan mufakat?” kalimat tersebut dilontarkan oleh beliau yang merasa bahwa perdebatan hanya menimbulkan perpecahan di masyarakat. Terlebih lagi dengan adanya debat pilpres kemarin yang dimana hanya berujung ketidakharmonisan antar calon presiden. Menurut beliau, apabila semua elemen masyarakat mempunyai satu visi untuk Indonesia itu akan lebih baik dibanding kuatnya suatu kelompok yang hanya mementingkan kepentingan pribadi bukan untuk bangsa.

Beliau pun sempat memberikan draft tentang pendapat yang ingin disampaikan olehnya melalui mahasiswa dan memberikan kepada salah satu mahasiswa yang hadir pada saat itu. Namun, sayang sekali beliau tidak mendapat respon yang baik dari para mahasiswa dan hanya dianggap orang tua yang hanya bisa berbicara saja. Pemikiran beliau yang seharusnya mahasiswa dapat belajar untuk tidak melakukan kesalahan di masa lampau dan beliau berprediksi bahwa meski sampai 3 abad pun apabila masyarakat Indonesia tidak mau belajar dari sejarah maka bangsa ini tetap akan kacau.

Morris