JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Hiburan Recent Update

Resensi Novel "Everything I Do"

Judul : Everything I Doresensi nurul
Kategori : Novel Romance
Penulis : Anjar Anastasia
Cetakan : Pertama, Maret 2015
Desain Sampul : Orkha Creative
Tebal : 184 halaman
Ukuran : 20 cm X 13,5 cm
Harga : Rp 44.000,00
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta, 2015
Gedung Gramedia Blok I, Lt. 5
Jl. Palmerah Barat 29-33, Jakarta 10270
www.gramediapustakautama.com
“Everything I Do” merupakan novel karya Anjar Anastasia, lahir di Tanjungkarang, Lampung dan sekarang menetap di Kota Bandung. Sejauh ini ia telah banyak menulis novel-novel remaja, buku umum, rohani, dan sastra. Menurutnya menulis adalah berbagi hidup, maka ia pun selalu memberi yang terbaik dalam setiap tulisan dan karyanya.
“Everything I Do” merupakan novel yang bertemakan tentang cinta, novel ini menceritakan seorang gadis bernama Fyanti, ia terlahir dari orang tua yang tergolong orang paling kaya di kawasan Bandung karena memang memiliki banyak outlet yang tersebar di penjuru Kota Bandung. Dalam ceritanya, Fyanti mengagumi lelaki biasa bernama Edwin. Ia mengagumi Edwin karena melihat kesederhanaan Edwin dalam menjalani hidup, Fyanti terpesona terhadap sikapnya. Meskipun Fyanti berasal dari keluarga kaya dan sangat berkecukupan, dia tidak pernah menyombongkan kekayaan orang tuanya, ia selalu rendah hati dan sering membantu teman-temannya yang membutuhkan bantuan ekonomi. Saat Fyanti memulai pendekatan dengan Edwin, tiba-tiba dalam cerita tersebut muncul Dixon, seorang lelaki yang mengaku baru datang dari Kanada yang menyombongkan dirinya ketika mengajak berkenalan dengan Fyanti. Ternyata orang tua Dixon merupakan rekan bisnis ayah Fyanti, sehingga membuat Dixon percaya diri dapat berteman baik dengan Fyanti yang menurutnya sekelas dengannya. Fyanti berusaha menghindari Dixon karena dia sangat tidak menyukai orang yang sombong atas apa yang dia miliki, namun ketika berusaha menghindari Dixon dan kesombongannya, Dixon semakin sering muncul dihadapan Fyanti karena ternyata Dixon menyukai Fyanti. Cara Dixon mencuri hati Fyanti membuat Fyanti semakin membencinya, Dixon selalu memamerkan dan menyombongkan kekayaan dan kehebatannya. Sementara Fyanti yang memang sedang dekat dengan Edwin dan keduanya menaruh perasaan yang sama, mereka mencoba mencari cara agar Dixon menjauh dari hidup Fyanti dengan alasan Fyanti telah menyukai laki-laki lain. Bukannya Dixon menyerah atau menghindari Fyanti, ia justru bertindak lebih jauh, ia berusaha mencelakakan Edwin yang menurutnya menghalangi keinginannya untuk mendapatkan Fyanti. Dalam pemikiran Dixon, semua hal bisa dilakukannya dengan cara apapun, karena dia merasa memiliki segalanya, dia melakukan segala cara agar keinginannya dapat tercapai. Sepanjang hidupnya dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, sehingga Dixon tidak mau menyerahkan Fyanti begitu saja kepada Edwin yang menurut Dixon tidak ada apa-apanya dibanding dirinya. Saat Fyanti mulai lelah dengan keadaan yang terus seperti itu, akhirnya dia memberi tantangan sederhana kepada dua laki-laki itu, siapa yang berhasil melewatinya maka laki-laki itu akan dijadikannya pacar. Tantangan inilah yang akhirnya mengubah hati Dixon yang sombong dan penuh kebencian terhadap Edwin. Dixon tidak akan melupakan pengalaman berharga yang dapat mengubah hidupnya selama ini.
Begitulah cerita pada novel “Everything I Do” bahasa yang digunakan penulis dalam novel ini ringan dan santai, sehingga membuat pembaca dapat menikmatinya. Namun pada narasinya tidak sesuai dengan EYD atau tidak baku. Sudut pandang yang dipakai penulis kurang jelas sehingga membuat bingung pembaca, penulis yang kadang menyampaikan sebagai orang ketiga pelaku utama dan kadang menyampaikan dalam sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat, tetapi hal ini dapat dipahami oleh pembaca dan tidak membuat bingung. Secara keseluruhan novel ini mengambil alur maju dalam ceritanya. Novel ini sesuai untuk remaja karena didalamnya terdapat pesan moral yang berharga dan memang merupakan problematika remaja masa kini. Penulis mampu menyampaikan pesannya melalui cerita yang sederhana ini dan membuat pembaca penasaran dengan akhir cerita dalam novel ini. Judul, sampul, dan sinopsis yang terdapat dibelakang buku sangat menarik perhatian calon pembeli. (naz)