JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

Sudah Siapkah Menjadi Pemeran Utama MEA?

lensa kontak
Suasana talkshow “MEA melalui Kacamata Media” oleh Lensa Kontak.

“Perlu dipersiapkan segala keahlian Anda sekarang ini. Pada MEA akan terjadi liberalisasi di sektor ekonomi dan jasa,” ujar Drs. Djokowinoto, MM., Kasubid Regional Industri International Wilayah II, selaku pembicara dalam Lensa Kontak yang diadakan LPM Kontak, kemarin (28/05). Tema yang diusung Lensa Kontak kali ini adalah MEA melalui Kacamata Media. Menurut ketua pelaksana acara ini, Dea Nidya, MEA adalah isu yang familier dikalangan mahasiswa saat ini. “Yaa, mau atau tidak, siap ataupun belum siap, MEA akan tetap dibuka tahun ini, namun mereka belum terlalu paham akan hal ini, maka Kontak mencoba sebagai fasilitator agar mahasiswa siap menghadapi MEA,” pungkasnya. MEA merupakan kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi Asean. Adanya MEA ini, akan memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi semakin ketat. Dari sudut pandang Bella, banyak mahasiswa yang masih buta tentang MEA, hanya sekitar 25 persen yang benar-benar mengerti dan mempersiapkan diri untuk event besar seperti itu. Dia berpesan untuk mahasiswa agar mempersiapkan diri dalam bekal bahasa dan lebih baik lagi jika memiliki sertifikasi dalam bidang yang dikuasai.

Bahasa dan mental adalah salah satu modal yang masih minim dimiliki oleh tenaga kerja indonesia. Kenyataan memilukan juga dalam bidang pendidikan yang saat ini masih belum fokus mempersiapkan hal besar ini. Tenaga kerja sebagai produk dari pendidikan sendiri masih banyak yang kalah kompeten dengan tenaga lain dari negara sendiri, apalagi jika harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Faktanya, tenaga kerja Indonesia untuk dibeberapa bidang, masih banyak yang berstatus “lulusan SMA/setara”. Sertifikasi atas standard kompetensi (calon) tenaga kerja masih menjadi hal yang tabu. “Cari informasi, pelajar,i dan persiapkan diri untuk MEA, jangan menunggu untuk terjajah di negeri sendiri,” tegas Syifa, mahasiswa Uneversitas Pancasila yang hadir dalam acara Lensa Kontak ini. Sebagai mahasiswa, sudah seharusnya siap bersaing dengan 10 negara di Asia Tenggara untuk memajukan negara ini dan menjadi pemeran utama dalam MEA. (TSN & ARF)