JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

Tanpa Ricuh, Luhut Pandjaitan temui Pendemo

Jakarta, Jurnalikanews –Tanpa Ricuh Unjuk rasa yang dilakukan di depan istana berakhir dengan hasil yang cukup memuaskan. Setelah berjam-jam para delegasi yang diwakili Ketua BEM atau Presma dari 50 Universtas keluar dari istana dengan Kepala Staff Kepresidenan dan beberapa jajaran menteri, akhirnya menemui titik temu dengan keluarnya Luhut Pandjaitan selaku Kepala Staff Kepresidenan bersedia menemui dan menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi kepada para Mahasiswa gabungan dari BEM SI. Setelah itu para mahasiswa memintanya agar membacakan tuntutan yang diminta oleh para pengunjuk rasa.

Tuntutan yang pertama adalah agar pemerintah mencabut kebijakan harga bbm dari mekanisme pasar bebas dan tetap menggunakan subsidi. Kedua adalah agar pemerintah mengambil alih 100 persen Blok Mahakam hingga tuntas, “Kalian harus menghormati kontrak, tapi tidak akan diperpanjangkan” Tegas Luhut mengomentari tuntutan nomor 2 yang langsung mendapat sorakan meriah dari mahasiswa.

Dan tuntutan terakhir kami para mahasiswa akan turun di istana sebagai wujud cinta kami. Setelah membacakan tuntutan itu Luhut Pandjaitan menyatakan bahwa pada senin besok pada tanggal 26 mei 2015 akan ada dialog terbuka dengan Jokowi dengan seluruh mahasiswa Indonesia di istana negara. Dan akan disiarkan live di seluruh stasiun televisi di Indonesia untuk membahas mengenai itu.

Presiden Mahasiswa Politeknik AKA Bogor Daman Sutiawan selaku perwakilan 50 Presiden Mahasiswa yang berdialog di istana negara membenarkan bahwa di hari senin nanti melalu dialog terbuka Presiden Jokowi dan para mahasiswa akan terlihat hasil dari tuntutan diterima atau tidak. “Untuk masalah di iyakan atau tidaknya kita lihat saat dialog terbuka hari senin nanti” tandasnya. “Lalu, untuk tuntutan kedua mengenai pengambilan alih Blok Mahakam sudah ditegaskan oleh Luhut Pandjaitan memang mengatakan tidak ada perpanjangan kontrak kembali” tutur Presiden Mahasiswa Politeknik AKA Bogor Daman Sutiawan.

Keberhasilan ini perlu diacungi jempol mengingat para mahasiswa gabungan dari BEM SI telah bertindak dan bergerak secara intelektual dan cerdas, dan tidak terprovokasi oleh kubu lain yang juga melakukan unjuk rasa di tempat yang sama.(Djody)