JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Recent Update

Penuhi Panggilan Rakyat, Bangku RDP Kosong (lagi)

Di bawah sinar matahari pagi (Kamis,21/05/2015) ini ada nuansa yang berbeda di kampus Politeknik AKA, bukan jas putih khas laboratorium AKA yang menghiasi pelataran LPA (lapangan parkiran atas) melainkan jas biru dongker kebanggan almamater kami yang melekat pada puluhan mahasiswa yang siap mengikuti aksi nasional di Jakarta. Ajakan melalui kalimat “Mahasiswa AKA Goes to Jakarta,21 Mei 2015” yang terpasang di depan lobby kampus memang berhasil menggugah banyak hati mahasiswa yang akhirnya mendedikasikan dirinya untuk turut serta dalam barisan aksi dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional ini.

Selain agenda aksi nasional ini, ada salah satu agenda kampus yang harapannya dihadiri banyak mahasiswa sebagai audiensinya , namun kenyataannya sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB agenda rapat dengar pendapat (RDP) yang diadakan DPM di gedung perkuliahan kelas 3A kembali sepi, istilah “Bangku Kosong RDP” mencuat lagi. Tetapi berbeda dengan sabtu lalu, ketika bangku RDP kosong karena publikasi yang kurang merata dan diduga adanya sisi apatisme mahasiswa, kali ini harapannya dapat dimaklumi dikarenakan sebagian besar mahasiswa sebagai audiensinya masih berada di Istana jakarta untuk memenuhi panggilan rakyat dalam aksi nasional tersebut.

RDP kali ini membahas tentang Rancangan Undang-Undang Pengawasan Penyelenggaraan Program Kerja atau yang disingkat RDP RUU P3K yang ditujukan kepada seluruh komponen dibawah pengawasan DPM. Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa DPM akan merevisi undang-undang ini menyesuaikan hal-hal yang disepakati atau dilegalkan nanti seperti halnya program kerja dari BEM maupun UKM yang akan diawasi oleh DPM. Tetapi ada kemungkinan besar untuk revisi hanya terdapat pada pengubahan nama institusi dari Akademi Kimia Analisis menjadi Politeknik AKA yang tercantum didalam undang-undang.

Meski terhitung hanya ada 16 mahasiswa yang 5 diantaranya adalah anggota DPM yang hadir dan bahkan hampir tidak terjalin komunikasi yang efektif antara penyaji materi dengan audiensi karena keheningan ruangan, Aulia Citra K. Dan Siti Qodariah sebagai penyaji materi mengutarakan harapannya agar beberapa peserta yang merupakan perwakilan dari UKM dapat menyampaikan informasi hasil RDP ini kepada mahasiswa lainnya. Selain itu, apabila banyak terdapat hal-hal yang kurang jelas atau ketidakfahaman mengenai undang-undang ini nanti dapat ditanyakan pada ketua fraksi dan/ atau akan dijelaskan oleh anggota DPM yang mengawasi masing-masing komponen pada saat sosialisi di awal tugasnya sebagai pengawas. (SHe)