JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Recent Update

Menghadapi Transisi dengan Lokakarya

Presiden Mahasiswa sedang menyampaikan pidatonya.
Presiden Mahasiswa sedang menyampaikan pidatonya.

Bogor, jurnalikanews.com – Presiden Mahasiswa Politeknik AKA Bogor, Daman Sutiawan, Selasa lalu melakukan pidato pertamanya terkait arah gerak yang akan dilakukan olehnya. Dalam pidatonya, ia memaparkan beberapa program yang akan dilaksanakan dalam satu periode ke depan. Salah satu program yang dicanangkannya dan menjadi obrolan panas dalam sesi tanya jawab adalah Lokakarya. Menjadi suatu pertanyaan mendasar seperti apakah nanti Lokakarya itu, seperti apa teknis dan prosesnya, serta apakah sudah ada suatu rumusan mengenai perihal tersebut.

Salah satu pertanyaan dari forum yang dilontarkan oleh saudara Bagus Abdillah mengenai apa itu Lokakarya, ditanggapi dengan penuh percaya diri oleh saudara Daman Sutiawan yang berujar bahwasanya akan ada penjelasan mengenai sistem di IMAKA terlebih dahulu dengan melaksanakan kajian atau pencerdasan sebelum mengadakan Lokakarya itu, ia menambahkan bahwa dirinya sangat mengharapkan partisipasi semua komponen untuk menyukseskan kegiatan tersebut demi tercapainya IMAKA yang harmonis dengan arah gerak yang selaras.

Perumusan Lokakarya ini sendiri menggunakan asas keputusan bersama, karena itu BEM tidak akan mengeluarkan mandat sepihak dalam merumuskan hal ini. Tapi yang disayangkan, seharusnya BEM sudah mempunyai gambaran mengenai hal ini untuk dijadikan bahan rekomendasi di rapat komponen nantinya. Bisa dikatakan  apa yang kita sebut Lokakarya masih menjadi hal yang tabu karena stakeholder-stakeholder terkait belum ada. “Belum ada tapi sudah ada rencana untuk ini, namun orang-orangnya belum kita targetkan,” ujar Daman.

Ia menambahkan, “Sebenarnya tanpa ada Lokakarya, yaitu  dengan BP Konstitusi saja juga bisa, namun kita memfasilitasi dengan adanya Lokakarya ini agar ada kenyamanan saat berdiskusi,” pungkasnya.  Graha selaku Wakil Presiden Mahasiswa menambahkan bahwasanya improvisasi dari UKM follow up-nya akan jelas ketika sistem IMAKA nantinya sudah disetujui, maka semua komponen dan elemen mahasiswa wajib mengikuti semua peraturan yang nantinya akan ditetapkan. Ia menekankan, untuk mencapai kesepakatan bersama serta  semuanya berjalan kondusif diperlukan usaha bersama agar bisa satu tegangan. “Kesepakatan antar seluruh komponen dan masalah teknis bisa dibicarakan dalam rapat antar komponen,” tutupnya. (Dila&Djody)