JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

Kajian Indah Pernikahan Rasul

Picture1mknjoooBogor, 25 April 2015. KAMMI dan LDK menyelenggarakan suatu acara kajian muslimah yang bertempat di Gedung Olahraga Politeknik AKA Bogor. Acara yang bertemakan “Cara mendidik anak sesuai tuntunan Rasulullah SAW” ini memberikan suatu kajian kepada para orang tua untuk  lebih menyiapkan dasar-dasar yang kuat kepada anaknya agar siap menikah. “Pernikahan harus dipersiapkan sedini mungkin dan melihat dari kemampuan diri kita, apabila kita sudah cukup mapan maka bersegeralah untuk menikah, sebab orang yang menunda pernikahan maka urusannya akan dipersulit. Memilih pasangan harus sesuai dengan ajaran Islam. Sebab Allah SWT lebih menyukai pernikahan dengan pasangan muslim, berdasarkan keturunan dan kemuliaan, mengutamakan orang yang jauh dibanding kerabat dekat, mengutamakan yang masih gadis, dan mengutamakan perkawinan dengan wanita yang subur,” ujar Ibu Dyah Ayu Retnowati, selaku pemateri kajian muslimah ini. Pernikahan merupakan hal yang sakral dan sangat suci karena merupakan janji di hadapan Allah, para malaikat, dan orang tua. Dalam pernikahan seorang anak harus memilih calon pasangan yang seagama, sehingga dapat menuntunnya ke jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Pernikahan dapat menjauhkan dari perzinahan, menumbuhkan ketentraman rohani dan jasmani, menghindari degredasi moral, serta menghindari penyakit.

Kemuslimahan KAMMI mengadakan kajian ini sebagai awal merekrut masyarakat di sekitar Tanah Baru untuk memperoleh ilmu tentang pernikahan sesuai ajaran Rasul. Kajian kali ini lebih mengutamakan pada dasar pernikahan yang baik. Dalam rangka membangun pondasi yang kuat untuk mendidik anak sebagai bentuk kontribusi untuk membangun generasi negara yang berilmu melalui didikan para ibu.

Diharapkan acara kajian kemuslimahan ini dapat berkelanjutan sehingga ilmu yang diperoleh dapat tersampaikan dengan baik.  Namun, publikasi yang kurang maksimal dan jadwal perkuliahan yang padat menghambat target pencapaian jumlah masyarakat yang hadir, sehingga hanya sedikit masyarakat yang berpartisipasi dalam kajian tersebut. Harapan kedepannya untuk masyarakat sekitar agar lebih berperan aktif mengikuti acara kajian kemuslimahan ini, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dengan baik sesuai ajaran Islam. (S.R.&N.C.)