JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Hiburan Recent Update

DUCATI "NYARIS" SIAL, HONDA DAN YAMAHA TAMPIL AMAN

Gambar: http:/s3.amazonaws.com/
Gambar: http:/s3.amazonaws.com/

13/04 – GP Austin yang direncanakan berlangsung pukul 12.00 waktu setempat ternyata mengalami penundaan setelah race direction menyatakan lintasan tidak aman. Hal ini dikarenakan adanya genangan air di beberapa tempat yang dapat membahayakan para pembalap. Akhirnya, setelah sempat tertunda selama 30 menit GP Austin pun berlangsung dengan cuaca panas dan lintasan kering, tidak seperti race Moto2 sebelumnya yang sempat diguyur hujan.

Lintasan Sirkuit Austin yang didominasi track lurus memang sangat memanjakan Honda dan Ducati, dengan power yang dimilikinya kedua tim pabrikan ini dapat mencatatkan waktu lebih cepat dari tim lainnya seperti Yamaha. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Marc Marquez (Honda) di pole position yang diikuti oleh Andrea Dovisiozo (Ducati). Tim Yamaha, Lorenzo dan Rossi, membututi di pole ke 3 dan 4.

Marquez tampil cemerlang meskipun di beberapa lap awal sempat mendapat tekanan dari Dovisiozo. Finish lebih dari 2 detik di depan Dovisiozo membuat Marquez menjadi juara di seri kali ini. Dengan catatan ini, Marquez berhasil mencetak hattrick dengan 3 kemenangan beruntun di Sirkuit Austin. Bahkan gap antara Marquez dari rider di belakangnya saat race berlangsung sempat mencapai lebih dari 3 detik yang membuatnya dapat sedikit bersantai dengan tidak mem-push motornya terlalu keras. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tejadinya kesalahan dan resiko kecelakaan, hingga pada akhirnya dia finish 2 detik di depan para rivalnya.

Dovisiozo yang membuntuti Marquez pun mendapat ancaman keras dari Valentino Rossi yang mengincar posisinya, hingga pada lap ke 8 posisi Dovisiozo berhasil diambil Rossi dengan kemampuannya yang sangat apik di tikungan. Beberapa kali Dovi berusaha untuk merebut kembali posisinya, namun hal itu tidak begitu efektif. Rossi masuk lebih dalam di tikungan sehingga memperjauh jaraknya dengan Dovi. Namun keunggulan Yamaha ini tidak berlangsung lama, ban depan yang selama ini menjadi masalah yang dimiliki tim garpu tala ini memberi keuntungan tersendiri bagi Ducati. Rossi yang mulai kehabisan ban depannya menjadi lebih lambat, dan tepat pada lap ke 16 Dovi berhasil mengambil kembali posisinya. Rossi tidak ingin terlalu mengambil resiko dengan memaksakan motornya untuk mengejar Ducati yang sangat kuat di track lurus, mengetahui kondisi ban depannya yang tidak memungkinkan. Ia pun harus puas finish di urutan ketiga untuk menempati podium terakhir.

Dovisiozo yang sukses meraih posisi kedua nyaris sial akibat kehabisan bahan bakar. Tepat setelah melewati garis finish, Dovi menepikan motornya dan tidak dapat melakukan victory lap. Apabila race masih menyisakan satu lap terakhir, mungkin saja Dovi tidak bisa mencicipi podiumnya di Austin. Beberapa pembalap memang sering kali mengurangi jatah bahan bakar pada tangki motornya untuk meringankan beban motor dan mempermudah saat memasuki tikungan. Tapi jika tidak diperhitungkan dengan baik, hal ini bisa jadi kerugian bagi para pembalap. Bisa saja pembalap tersebut mengalami kehabisan bahan bakal di laplap terakhir, seperti yang pernah dialami oleh Julian Simon (pembalap Moto2) beberapa tahun lalu. Untungnya dewi fortuna masih berpihak pada Dovisiozo.

Persaingan yang tidak kalah serunya juga terjadi saat perebutan posisi ke 4 antara Jorge Lorenzo dan Andrea Iannone. Berdasarkan faktor pengalaman, Lorenzo pun berhasil finish di posisi ke 4 yang diikuti oleh Iannone, Smith, Crutchlow, Espargaro, Vinales, serta Petrucci di urutan 10. (Chytra)