JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

Memberikan Kesempatan Dualisme kepada Anggota Muda DPM = Mempermainkan UKM

Bertepatan di kelas 3B acara pelantikan anggota muda dilaksanakan. Sama seperti pelantikan anggota lembaga pada umumnya acara yang ditunggu adalah ketika moderator mempersilahkan forum untuk bertanya kepada calon dewan (CAWAN) yang akan dilantik. Pertanyaan yang dilemparkan forum pun beragam, ada yang menanyakan kesiapan, komitmen, pengetahuan seputar tugas DPM, dan lain-lain. Acara sempat memanas antara forum dan CAWAN ketika forum menanyakan komitmen dan tugas DPM tentang controling, karena dari semua anggota CAWAN yang akan dilantik, hampir semuanya  mempunyai background UKM (dualisme).

Yang jadi pertanyaan para forum adalah, “Bagaimana bisa menjadi netral dan 100% berkomitmen di DPM jika sekarang saja masih memiliki ikatan di UKM lain?”. Falah selaku ketua DPM mengklarifikasi,  “Selama belum menjadi anggota tetap DPM diperbolehkan untuk mengikuti UKM lain, karena hal tersebut tertulis dalam konstitusi IMAKA.”. Pertanyaan pun muncul kembali dari forum, “Bagaimana jika mereka dilantik terlebih dahulu oleh UKM yang bersangkutan?”. Mengingat pelantikan anggota tetap DPM ketika RUA IMAKA yang masih lama, para perwakilan UKM merasa dipermainkan dengan adanya peraturan seperti itu. Yuli (2A) pun memaparkan kekecewaannya di depan para CAWAN, “UKM itu bukan kaya play group yang bisa lo masuk dan keluar seenaknya,” paparnya.

Pelantikan nyaris dipending lantaran para CAWAN belum mampu meyakinkan forum jika mereka siap dilantik menjadi anggota muda. Para anggota CAWAN mencoba meyakinkan para forum tentang komitmen mereka untuk DPM, Putra (1B) menegaskan bahwa dia beserta teman-temannya mempunyai tekad yang kuat untuk DPM. Tapi apakah tekad saja cukup? Biasanya tekad itu on fire di awal, ketika berjalan 1 atau 2 tahun apakah masih bisa mempertahankan tekad yang on fire itu? Belum tentu. Ini yang masih meragukan forum untuk meyetujui pelantikan tersebut , karena parameter hanya tekad saja tidak bisa dijadikan tolak ukur  untuk kedepannya.

Hal yang perlu dikritisi disini adalah jika memang benar para CAWAN ingin 100% berkomitmen menjadi anggota DPM, mengapa tidak sejak awal pihak DPM meminta mereka untuk memilih antara UKM/DPM (jika dualisme), agar tidak memberatkan kedua pihak ketika di pertengahan jalan? Ketegasan dari semua pihak diperlukan disini, entah dari UKM, DPM, ataupun CAWAN itu sendiri. Karena UKM bukan tempat pelarian atau sekedar main-main. (Reja)