JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

Kisruh dalam Reshuffle Kabinet IMAKA Produktif

Bogor – (02/09) Kabinet IMAKA produktif mengalami reshuffle beberapa menterinya.  dalam formasi kabinetnya menteri badan koordinasi PSDM (Chyntia pramana) diberhentikan kaaktifannya oleh PRESMA (Rasoki Martuah) dan digantikan posisinya oleh Liza Ariestia selaku menteri pendidikan dan profesi. Dan yang menggantikan posisi liza Ariestia sebagai menteri pendidikan dan profesi yang baru adalah Marwah Zairah selaku staff dari kementerian pendidikan dan profesi. Alasan PRESMA dalam mereshufle kabinetnya adalah demi berjalannya suatu organisasi.

Foto: nomor 1 dari kanan liza ariestia dan di sebelahnya marwah zairah dalam pembacaan Keputusan PRESMA
Foto: nomor 1 dari kanan liza ariestia dan di sebelahnya marwah zairah dalam pembacaan Keputusan PRESMA

Dalam acara tersebut sempat terjadi beberapa insiden yang mungkin diluar dugaan. Salah satunya yaitu tarik urat antara PRESMA dan para peserta, hal itu bisa terjadi lantaran pihak peserta tidak menghendaki pembacaan keputusan PRESMA yang ingin memberhentikan menterinya tanpa dihadiri menteri yang bersangkutan. Sedangkan dari PRESMA sendiri ingin dilaksanakan segera mungkin dengan alasan sudah mendesak dan tidak ada waktu lagi. Suasana acara tersebut sempat memanas ketika Amelia purwati (anggota DPM) mengomentari surat keputusan PRESMA yang menggunakan pasal 10 dalam AD/ART,masalahnya pasal 10 dalam AD(Anggaran Dasar) dan pasal 10(Anggaran Rumah Tangga) isinya berbeda.

“kalau mau pake AD pasal 10 ya sebutin aja AD-nya jangan keduanya, karena pasal 10 pada AD dan ART isinya berebeda walaupun masih dalam satu kesatuan” paparnya. Suasana acara tersebut kembali kondusif ketika surat keputusan PRESMA di perbaiki dan pasal 10 yang tertulis di keputusan PRESMA diubah menjadi pasal 9 dan menggunakan ART. Setelah acara pembacaan sumpah jabatan acara dilanjutkan dengan pesan-pesan untuk menteri yang baru diangkat,pesan secara umum dari peserta yang hadir menginginkan untuk menteri yang baru diangkat agar serius dalam melaksanakan tugasnya dan tidak ada lagi kisruh-kisruh dalam acara tersebut kedepannya. Walaupun sempat diwarnai kekisruhan tapi acara semalam berjalan dengan lancar dengan beberapa hambatannya, tetapi ada yang disayangkan dalam acara ini publikasi tidak merata hanya komponen dan beberapa perwakilan mahasiswa yang kebetulan mengetahui acara tersebut yang dating. (Reja)