JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

LUBANG MAUT – HARUSKAH ADA KORBAN, BARU DIPERBAIKI?

Apakah yang kalian inginkan dari sebuah kata “fasilitas”?

Pastinya baik, terus diperbarui dan diadakan jika belum ada. Ya, fasilitas adalah sesuatu yang sangat menunjang jalannya aktifitas manusia. Adanya fasilitas sangat mendukung pekerjaan dan kegiatan kita sehari-hari. Di lingkungan manapun setiap orang pasti membutuhkan fasilitas, di lingkungan rumah, sekolah, kampus, dan masyarakat.

Ketika fasilitas tidak diperhatikan dan tidak diadakan maka hal itu akan mengganggu jalannya aktifitas kita, beginilah yang dirasakan kampus AKA Bogor. Ya, sepele kelihatannya… Tetapi dengan tidak diperhatikannya fasilitas ini, maka pasti akan memakan korban. Baik dari mahasiswa, dosen, asisten dosen, office boy, satpam dan siapapun yang memiliki kepentingan di AKA. Pasti kalian bertanya-bertanya fasilitas apa yang bisa memakan korban jika tidak diperhatikan.

Fasilitas itu adalah jalan yang kalian lewati sehari-hari ketika akan masuk gedung perkuliahan, tepatnya jalan didepan tangga teras lobi. Lubangnya terlihat kecil dari kejauhanan, tetapi jika kalian perhatikan dari dekat, satu orang bisa masuk ke dalam lubang itu.

Sayangnya pihak kampus hingga saat ini belum tanggap dengan lubang maut ini. Seperti yang kita lihat keadaannya hanya ditutupi oleh bangku bulat yang sudah rusak, ya mungkin hanya sebagai tanda bahwa “Awas ada lubang”.

“Mungkin pihak kampus terlalu sibuk mengurusi akreditasi AKA atau pusing karena AKA mau jadi POLITEKNIK, jadi mereka lupa dengan lubang kecil ini, padahal bisa saja ini akan memakan korban”, ujar Fitri mahasiswi kelas 2F.

“Harusnya mereka (pihak kampus) memperhatikan AKA mulai dari hal yang kecil, baru ke hal yang besar. Apa mau menunggu korban, baru diperbaiki? Mereka harus lebih care dengan hal sekecil ini”, tambah Monic mahasiswi kelas 2F.

 Beginilah keadaan AKA yang sesungguhnya, lubang kecil saja tidak bisa diperbaiki apalagi menaikkan akreditasi, memang benar bahwa perbaikan itu harus dilakukan dari hal yang terkecil. Agar kita pun bisa menggapai hal-hal yang besar. (Qori)