JURNALIKA

Jurnalistik Politeknik AKA Bogor

Berita Recent Update

Langkahmu Menentukan IMAKA ke Depan

Rasoki Martuah
Rasoki Martuah

Pidato awal Presiden Mahasiswa Akademi Kimia Analisis Bogor periode 2014-2015 (5/5) disambut meriah oleh mahasiswa dan perwakilan setiap komponen unit kemahasiswaan. Rasoki Martua selaku Presma periode 2014-2015 menyampaikan visi dan misinya selama menjabat sebagai presiden mahasiswa AKA Bogor.

Visi :

Menuju IMAKA mandiri dan sinergis dalam gerak dan kontribusi yang berlandaskan tri darma perguruan tinggi.

Misi :

  1. Mewadahi potensi mahasiswa dalam minat dan bakat yang berkelanjutan demi menyongsing Asean Economic Community.
  2. Menyelaraskan gerak bersama untuk menciptakan suasana kondusif dalam lingkup IMAKA.
  3. Aktif dan kontributif dalam membangun Bogor Utara sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat.
  4. Meningktakan semangat berprestasi mahasiswa dalam membentuk IMAKA produktif di lingkungan dalam maupun luar kampus.

Visi dan misi ini tidak serta merta langsung terlaksana jika tidak ada harmonisasi dari mahasiswa sendiri sebagai warga AKA Bogor. Pada keperiodean ini, Oki dan Habil selaku wapresma lebih menekankan membentuk sumber daya yang siap menghadapi Asean Economic Comunity dengan membentuk program English Club dan komunitas wirausaha.

“Saat ini English club sudah terbentuk, namun ada kendala dalam publikasi yang belum menyeluruh. Mulai dari sekarang kita harus mempertimbangkan apa yang akan terjadi ditahun berikutnya serta mempersiapkan langkah-langkahnya.” tutur Rasoki.

Langkah awal selama 100 hari keperiodeannya, Oki dan wakilnya akan melakukan internalisasi kepada unit kemahasiswaan, akademik, DPM, dan BEM sendiri. Ini diharapkan mampu membuat mahasiswa AKA peduli dan peka terhadap kemajuan kampus AKA. Internalisasi sendiri bukanlah sesuatu hal dilakukan, dan bukankah itu menjadi sebuah kewajiban presiden mahasiswa sendiri untuk melakukan internalisasi?

Tak banyak harapan mahasiswa, mahasiswa hanya ingin keterbukaan presiden mahasiswa dalam melakukan kerja dan tidak hanya terfokus satu lingkup wadah kemahasiswaan saja. IMAKA diibaratkan suatu negara, jika suatu negara dipimpin oleh seorang presiden yang hanya memikirkan satu daerah bagaimana dengan daerah lain yang haus akan informasi? (Riana/Ira)